Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangsidimpuanSumut

Reses di Pelataran Masjid: Cara Andi Lumalo Merangkul Aspirasi Warga Palopat Pijorkoling

52
×

Reses di Pelataran Masjid: Cara Andi Lumalo Merangkul Aspirasi Warga Palopat Pijorkoling

Sebarkan artikel ini
Reses: Suasana Reses II tahun 2025 yang digelar anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Partai Hanura, Andi Lumalo Harahap, di pelataran Masjid Al Hikmah, Perumahan Grand Mutiara, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Suasana pada Jumat (29/08/2025) sore itu di pelataran Masjid Al Hikmah, Perumahan Grand Mutiara, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, seolah terasa berbeda.

Betapa tidak, usai salat Ashar, puluhan warga terlihat berbaur, duduk bersahaja beralaskan kursi plastik sederhana, guna menantikan sosok penting bagi mereka. Sebab, warga tak hanya datang untuk bersilaturahmi, melainkan juga menyampaikan suara hati kepada wakil mereka di parlemen.

Adalah Andi Lumalo Harahap, SH, politisi Partai Hanura sekaligus Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan periode 2024-2029. Andi, sore itu hadir menyapa warganya dalam agenda Reses II tahun 2025. Ia tidak datang sendiri, melainkan didampingi jajaran Sekretariat DPRD Padangsidimpuan dan Kabid Dinas Sosial, Kaslan Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Palopat Pijorkoling, Risky Ovenjhi Hasibuan, tampak menyambut kedatangan Andi dan rombongan dengan penuh keakraban. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran wakil rakyat tersebut.

“Momentum reses ini kami anggap penting. Inilah wadah agar masyarakat bisa bicara langsung kepada wakilnya. Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Andi yang hadir. Semoga, aspirasi dari warga desa kami nantinya, bisa mendapat perhatian,” ungkap Risky, yang didampingi Ketua BPD Palopat Pijorkoling, Syahminan Rambe, SE.

Sore itu, sejumlah tokoh masyarakat seperti Rahman Daulay, Umar Sahnan Pulungan, dan Riswal Siregar, juga hadir antusias menyampaikan aspirasi mereka. Mulai dari permintaan pembangunan jalan, parit drainase, hingga harapan mendapatkan akses bantuan sosial seperti, PKH, KIP, maupun BPJS gratis.

Di sisi lain, wajah Andi Lumalo Harahap terlihat serius mendengar satu per satu keluhan warga. Ia mencatat, menanggapi, dan berjanji akan memperjuangkannya di ruang sidang DPRD. Dia menegaskan bahwa, semua aspirasi masyarakat ini, tidak akan dibiarkannya berlalu begitu saja.

“Hanya saja, saya mohon pengertian kita semua agar bersabar dalam hal realisasinya. Sebab saat ini, pemerintah baik di pusat maupun daerah, sedang mengefisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan anggaran untuk pembangunan fisik,” cetusnya.

“Karena, pemerintah daerah saat ini berupaya mendukung program pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan, sebagai skala prioritas. Meski begitu, saya pastikan jika usulan dari masyarakat hari ini sudah masuk dalam skala prioritas, itu akan saya kawal sampai terealisasi,” tambahnya mantap.

Lebih dari sekadar janji, Andi mengaku bahwa, seorang wakil rakyat tidak hanya hadir ketika masa kampanye saja. Melainkan harus hadir saat masyarakat membutuhkan tempat untuk menyampaikan kegelisahannya. Ia juga menegaskan, kehadirannya di sini bukan semata karena kepentingan politik saja.

“Saya hadir karena saya merasa menjadi bagian dari bapak dan ibu semua. Aspirasi yang saya dengar adalah amanah. Boleh jadi tidak bisa diwujudkan segera, tapi percayalah, saya tidak akan pernah menutup telinga. Selama kita bersama, insha Allah jalan ke luar selalu ada,” tuturnya dengan nada menyentuh.

Diskusi berjalan santai. Warga bergantian menyampaikan usulan, sementara Andi menanggapi dengan hangat. Sesekali terdengar tawa ringan, mencairkan suasana sore itu. Reses hari ini, terasa bukan sekadar agenda formal, melainkan forum kekeluargaan antara wakil rakyat dan konstituennya.

Di ujung acara, Andi kembali mengingatkan pentingnya kebersamaan. Sebab menurutnya, jika semua bersatu, desa ini akan lebih kuat. Seperti halnya falsafah adat Dalihan Natolu yang dipegang erat masyarakat Tabagsel, ia berharap agar jangan pernah luntur dan tetap dijalankan di setiap sendi kehidupan.

“Jangan pernah merasa kecil atau tak diperhatikan. Kita semua bersaudara dan harus saling tolong menolong. Suara dari Palopat Pijorkoling sama berharganya dengan suara dari mana pun. Pintu rumah saya terbuka untuk siapa saja, kapan saja,” tegasnya.

Sore pun berganti senja. Warga perlahan beranjak pulang, membawa harapan bahwa, suara mereka telah tersampaikan. Meski belum tentu langsung terealisasi, dengan kehadiran Andi Lumalo Harahap di pelataran masjid harapannya akan memberi arti bahwa, aspirasi warga kecil pun punya tempat di panggung besar pembangunan. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *