Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

227 Hunian Tetap Korban Bencana Batang Toru Resmi Dibangun

449
×

227 Hunian Tetap Korban Bencana Batang Toru Resmi Dibangun

Sebarkan artikel ini
Dirjen TKPR Kementerian PKP, Brigjen Aziz Andriansyah, bersama Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat peletakan batu pertama pembangunan 227 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Batang Toru
Batu Pertama: Dirjen TKPR Kementerian PKP, Brigjen Aziz Andriansyah, bersama Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat peletakan batu pertama pembangunan 227 unit Huntap bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Batang Toru. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi memulai pembangunan 227 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Batang Toru.

Dimulainya fase rekonstruksi permanen ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu, pada Minggu (21/12/2025).

Pembangunan Huntap tersebut diprioritaskan bagi korban bencana yang berasal dari Desa Huta Godang dan Desa Garoga.

Lokasi hunian, berada di atas lahan seluas 6,1 Hektare milik hak guna usaha (HGU) PTPN IV, tepatnya di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru.

Kegiatan peletakan batu pertama ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Menteri PKP, Maruar Sirait, diwakili oleh Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko (TKPR), Brigjen TNI Aziz Andriansyah.

Sehari sebelumnya, Sabtu (20/12/2025), Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, telah lebih dahulu melakukan peninjauan langsung ke lokasi pertapakan Huntap sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap percepatan penanganan pascabencana di Tapsel.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya babak baru bagi para korban bencana, setelah melewati masa tanggap darurat dan penanganan sementara.

Kehadiran hunian tetap diharapkan tidak hanya memberikan kepastian tempat tinggal, tetapi juga memulihkan rasa aman, martabat, serta semangat hidup masyarakat terdampak.

Mewakili Menteri PKP, Dirjen TKPR, Brigjen Aziz Andriansyah, menegaskan bahwa pembangunan Huntap di Tapsel merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya.

“Ini adalah perintah Bapak Presiden agar korban bencana segera memiliki hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan. Peletakan batu pertama hari ini menandai dimulainya pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan,” ujar Aziz.

Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar mutu, serta tepat sasaran, sehingga mampu mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan perekonomian warga Batangtoru yang terdampak bencana.

Sementara itu, Bupati Tapsel mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI-Polri, BUMN, hingga seluruh elemen yang menunjukkan kepedulian terhadap musibah yang dialami masyarakat Batang Toru.

“Pembangunan 227 hunian tetap ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam memulihkan kehidupan warga. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat Tapanuli Selatan,” tegas Gus Irawan.

Pemkab Tapsel, lanjutnya, memastikan pembangunan Huntap dilakukan secara bertahap, berkualitas, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Dengan demikian, para warga dapat segera kembali menjalani kehidupan yang normal, layak, dan bermartabat.

Dalam dialog bersama warga penerima manfaat, para korban bencana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan pemerintah yang mereka terima secara berkelanjutan, mulai dari masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rekonstruksi hunian permanen. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *