Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Trauma Banjir dan Longsor, 157 KK di Lobu Uhom Tapsel akan Direlokasi

278
×

Trauma Banjir dan Longsor, 157 KK di Lobu Uhom Tapsel akan Direlokasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat bercengkrama sekaligus menghibur anak-anak dari para penyintas bencana di Dusun Lobu Uhom dengan membagi-bagikan susu
Bercengkrama: Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat bercengkrama sekaligus menghibur anak-anak dari para penyintas bencana di Dusun Lobu Uhom dengan membagi-bagikan susu. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN — Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dinilai sudah tidak lagi aman untuk dihuni. Dalam kurun waktu sebulan, wilayah tersebut dua kali dilanda bencana banjir bandang disertai longsor yang menyebabkan warga trauma dan terpaksa mengungsi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, meminta agar warga Dusun Lobu Uhom bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman. Ia menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi warga sekaligus meninjau langsung kondisi pemukiman yang terdampak bencana, Minggu (28/12/2025).

Bupati menjelaskan, bencana pertama terjadi pada 25 November 2025 lalu, berupa banjir bandang disertai longsor yang merusak bangunan sekolah dan sejumlah rumah warga. Namun, belum pulih sepenuhnya, bencana serupa kembali terjadi pada 26 Desember 2025 dengan dampak yang lebih besar.

“Di sini waktu kejadian 25 November lalu terdampak banjir, ada longsoran mengenai bangunan sekolah dan beberapa rumah. Kemudian pada 26 Desember, dua hari yang lalu, ini ternyata kena lagi banjir bandang dan ada beberapa bagian longsor yang lebih besar dari bencana 25 November yang lalu,” ungkap Gus Irawan.

Akibat bencana susulan ini, jumlah warga yang harus diungsikan pun bertambah. Saat ini, sebanyak 157 kepala keluarga (KK) dari Dusun Lobu Uhom terpaksa mengungsi ke desa tetangga di Simatohir.

Oleh karenanya, dalam kunjungannya yang didampingi Sekda Tapsel Sofyan Adil, Kepala Desa Panobasan Lombang Nungan Nauli Harahap, serta Kepala Desa Simatohir Juniadi, pihaknya sejak awal telah menilai Dusun Lobu Uhom berada di kawasan rawan bencana dan tidak layak lagi dijadikan permukiman.

Kondisi geografis rentan longsor yang diperparah dengan bencana berulang, membuat warga mengalami trauma mendalam. Meski tidak ada korban jiwa, namun menurut Gus Irawan, kejadian kemarin membuat masyarakat jadi trauma untuk tinggal lagi di dusun ini.

“Sehingga, kita minta untuk direlokasi yang 157 KK ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Irawan menyebutkan, lokasi terdekat yang memungkinkan untuk relokasi berada di Dusun Aek Rambangan, Desa Simatohir. Namun, ia juga mengungkapkan, opsi relokasi masih sangat terbatas karena minimnya lahan aman di sekitar wilayah tersebut.

“Saya kira akan juga kami ajukan untuk relokasi dua dusun lagi, Dusun Aek Rambangan dan Dusun Lobu Uhom. Tentu kemudian kita akan minta tolong lagi, karena tidak ada sama sekali lokasi yang aman bagi masyarakat kita, kecuali di area perkebunan PTPN IV Hapesong Baru,” imbuhnya.

Meski begitu, Gus Irawan bersyukur karena PTPN IV berkomitmen penuh mendukung upaya pemulihan pasca bencana sebagaimana arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang sejauh ini telah berjalan dengan baik. Ia berharap, upaya relokasi ini, bisa menghibur para korban terdampak bencana dua hari lalu di Lobu Uhom dan di Simatohir sebulan yang lalu.

“Pemkab Tapsel berkomitmen untuk terus mengupayakan solusi terbaik bagi warga terdampak bencana, termasuk percepatan relokasi ke wilayah yang lebih aman demi menjamin keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pasca bencana,” tutupnya. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *