PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu, menjelaskan bahwa, dampak dari bencana yang melanda daerahnya beberapa waktu lalu yaitu, korban jiwa 95 orang dan 20 orang hilang dan hingga kini belum ditemukan.
Selain itu, sebanyak 2.399 rumah turut terdampak bencana, dengan 1.808 di antaranya mengalami kerusakan berat akibat tertimbun longsor dan hanyut. Pemerintah daerah, terus berupaya menangani dan memulihkan kondisi setiap masyarakat terdampak.
“Untuk itu, mari kita doakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana agar Allah SWT memberikan pertolongan dan kekuatan,” ucapnya di hadapan ratusan jamaah pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), bertempat di Desa Bargot Topong, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (21/01/2026).
Harapan Bupati di 2026 ini, Tapsel bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Bupati juga memohon doa dari masyarakat agar pemerintah daerah senantiasa diberi kesehatan untuk mengurus masyarakat, khususnya bagi yang terdampak bencana.
Sebelumnya, dalam kegiatan yang dirangkai dengan Safari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M dan dihadiri warga dari berbagai Desa dan Kelurahan di Kecamatan Batang Angkola itu, ia juga menyampaikan rasa rindu dan kedekatannya dengan masyarakat di sana.
Meski memiliki agenda yang padat dan harus kembali lagi ke Sipirok untuk menghadiri acara berikutnya, Bupati tetap menyempatkan diri hadir di tengah-tengah jamaah pengajian akbar BKMT.
“Di sela-sela waktu yang padat, habis salat Dzuhur saya kejar ke sini karena rindunya saya kepada masyarakat Batang Angkola. Saya ingin hadir langsung bersama ibu-ibu dan seluruh jamaah BKMT,” imbuh Bupati.
Bupati juga menyampaikan bulan Isra Mikraj ini menjadi pengingat untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan yang akan datang. Pihaknya, saat ini berupaya agar masyarakat yang rumahnya terdampak dapat menempati hunian sementara yang lebih layak sebelum Ramadan tiba.
Dia juga menyampaikan rasa bangga dan harunya atas kuatnya nilai-nilai kearifan lokal falsafah Dalihan Natolu yang masih terjaga di masyarakat Tapsel. Nilai tersebut terbukti mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial saat bencana melanda.
Di mana, lebih dari 12 ribu warga terdampak dapat tertangani dengan baik berkat gotong royong. Untuk itu, ia berharap agar falsafah Dalihan Natolu harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Bersama dalam siriaon, lebih kompak dan bersatu dalam siluluton. Mari kita jadikan pengajian akbar ini menjadi sarana memperkuat iman, menambah wawasan keagamaan, serta mempererat persatuan kita,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Batang Angkola, Halimatussa’diyah Siregar, mengapresiasi Kepala Desa Bargot Topong serta seluruh pihak yang telah bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan BKMT, sehingga kegiatan pengajian dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Ia berharap momentum Isra Mikraj ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk merenungkan makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, memperkuat iman, takwa, serta meningkatkan akhlak.
“Dan juga harapannya, memperkokoh persatuan dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.
Acara pengajian diisi dengan tausiyah agama Ustad H Arpan Marwazi Gultom, yang mengajak jamaah untuk mengambil hikmah Isra Mikraj sebagai landasan memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan sosial. (Rel/Reza FH)













