PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat bersama Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) baru-baru ini meninjau lokasi rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Dusun Pengkolan, baru-baru ini.
Peninjauan dilakukan di Aek Latong sebagai bagian dari upaya percepatan relokasi korban bencana. Rombongan Baznas Pusat dipimpin Deputy II Dr Imdadun Rahmat serta Direktur Pemberdayaan Eka Budhi Sulistyo, dan unsur Baznas Tanggap Bencana.
Turut hadir Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, didampingi Sekda Sofyan Adil, Kepala Bappeda Chairul Rizal Lubis, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Deputy II Baznas RI, Imdadun Rahmat, mengatakan pembangunan Huntap di Aek Latong tidak hanya difokuskan pada penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak, tapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, Baznas tak ingin relokasi hanya memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain, tapi yang ingin dibangun adalah ekosistem kehidupan baru. Di mana, masyarakat memiliki Rumah yang aman sekaligus sumber penghidupan yang berkelanjutan.
“Dan dalam pelaksanannya nanti Baznas Tapsel akan berperan aktif dalam menjalankan semua kegiatan ekosistem pemberdayaan umat ini” ujar Imdadun Rahmat yang diamini Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu.
Selain Huntap, Baznas Pusat juga merencanakan pengembangan Sentra Pemberdayaan Umat di kawasan tersebut. Dari total 30 Hektare lahan milik pemerintah daerah, sekitar 2 di antaranya akan digunakan untuk pembangunan Huntap.
“Sementara sisanya, dimanfaatkan untuk program pemberdayaan berbasis pertanian dan peternakan,” terang Imdadun.
Sedangkan Direktur Pemberdayaan Baznas RI, Eka Budhi Sulistyo, menjelaskan, kawasan Aek Latong dirancang sebagai sentra produktif terintegrasi. Program pemberdayaan yang disiapkan meliputi hortikultura, peternakan ayam petelur dan potong, domba, serta sapi.
“Bahkan direncanakan pembangunan pabrik pakan ternak agar seluruh kegiatan produksi dapat berjalan mandiri,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi komitmen Baznas Pusat dalam mendukung percepatan pemulihan pasca bencana di wilayahnya. Baginya, ini bukan sekadar bantuan darurat.
“Tetapi ini solusi jangka panjang bagi masyarakat kami yang terdampak bencana. Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar program ini dapat segera terealisasi,” tegas Gus Irawan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi model penanganan bencana yang komprehensif, karena menggabungkan aspek hunian layak dan penguatan ekonomi masyarakat.
Di kawasan Aek Latong juga direncanakan pembangunan pabrik pakan ternak untuk mendukung kebutuhan peternakan. Hasil produksi dari sentra tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan Dapur makan bergizi gratis (MBG).
Selain itu juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, serta berpotensi memasok bahan pangan ke luar wilayah Tapsel. Baznas Pusat dan Pemkab Tapsel berkomitmen bersama mempercepat relokasi dan pemulihan kehidupan.
Terutama, bagi masyarakat terdampak bencana melalui pembangunan Huntap dan pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan. Dalam kesempatan ini juga, Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, memohon kepada seluruh masyarakat Tapsel agar turut membantu dan mendoakan.
Sehingga, program Huntap maupun kawasan pemberdayaan ekonomi umat di Aek Latong ini segera terwujud, sekaligus nantinya akan menjadi percontohan (role model) Kampung Cahaya Zakat yang terintegrasi dengan kawasan pemberdayaan ekonomi umat. (Rel/Reza FH)














