Example floating
Example floating
BeritaDaerahRilisSumutTapanuli Selatan

Refleksi Akhir 2025: Baznas Tapsel Gerak Cepat Tangani Bencana

718
×

Refleksi Akhir 2025: Baznas Tapsel Gerak Cepat Tangani Bencana

Sebarkan artikel ini
Berbagai kegiatan Baznas Tapsel selama 2,5 bulan kepengurusan baru
Berbagai kegiatan Baznas Tapsel selama 2,5 bulan kepengurusan baru. (Foto: Dok Baznas Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN — Di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat kinerja signifikan selama 2,5 bulan masa kepengurusan baru.

Ketua Baznas Tapsel, H Jon Sujani Pasaribu, didampingi Wakil Ketua II, Asep Safaat, dan Wakil Ketua III, Tua Pardomuan Harahap, menyampaikan refleksi akhir tahun 2025 sekaligus capaian kinerja lembaga sejak dilantik pada 21 Oktober 2025.

Fokus Awal Silaturahmi dan Kolaborasi

Jon Sujani menjelaskan, sejak awal kepengurusan di bawah kepemimpinannya, Baznas Tapsel langsung bergerak membangun sinergi melalui kunjungan silaturahmi dan audiensi ke berbagai instansi.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menjalin kerja sama dan kolaborasi untuk menyukseskan berbagai program Baznas.

Adapun instansi yang telah dikunjungi antara lain:

  1. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS); Kabupaten Tapsel;
  2. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tapsel;
  3. Rektor Universitas Graha Nusantara (UGN);
  4. BPJS Ketenagakerjaan;
  5. Kepala Kantor Pajak Pratama Padangsidimpuan;
  6. Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan;
  7. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapsel.

Penghimpunan dan Penyaluran ZIS Miliaran Rupiah

Dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2025, Baznas Tapsel berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp831.340.000 serta bantuan berupa barang senilai Rp143.500.000.

Dana dan bantuan telah disalurkan, khususnya untuk penanganan bencana banjir dan longsor, serta program pemberdayaan ekonomi umat. Penyaluran bantuan bencana berupa barang kebutuhan masyarakat terdampak mencapai nilai Rp281.604.000, yang disalurkan ke 24 titik lokasi terdampak.

Selain itu, Baznas Tapsel juga menyalurkan zakat produktif kepada mustahik pada November–Desember 2025 sebesar Rp286.305.000, kepada 71 penerima manfaat yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Tapsel.

Adapun bantuan bencana yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti, sembako, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan kebersihan, hingga peralatan gotong royong.

“Ini patut kita syukuri, karena dalam waktu 2,5 bulan kepengurusan baru, Baznas Tapsel sudah mampu mencapai kinerja tersebut,” ujar Jon Sujani ke awak media dalam rilis resmi yang diterima, Kamis (01/01/2026).

24 Titik Lokasi Penyaluran Bantuan Bencana

Sedangkan titik lokasi penyaluran bantuan bencana meliputi, Tandihat, Batu Hula, Sopo Daganak, Muara Ampolu, Pengkolan, Tolang Julu, Rianiate, Janji Matogu, Aek Pardomuan, Labo Lasiak, Malombu, Garoga, Muara Ampolu, Mabang Pasir, Malombu, Lobu Uhom, Tolang Julu, Tolang Jae, Tano Ponggol, Lingkungan III Muara Ampolu, Mabang Pasir, Lobu Uhom, Sisundung, dan Siuhom.

Lembaga yang Berkolaborasi

Dalam penyaluran bantuan bencana, Baznas Tapsel juga menggandeng berbagai pihak, antara lain:

  1. PDAM Tambusai Kabupaten Tapsel
  2. Yayasan H Hasan Pinayungan, Padangsidimpuan;
  3. UPTD Samsat Sipirok Kabupaten Tapsel;
  4. Ikatan Alumni Plus Sipirok dari berbagai daerah;
  5. DKM Masjid Al-Islah Kementerian Koperasi, Jakarta;
  6. Kantor Pajak Pratama Padangsidimpuan;
  7. Baznas Kabupaten Kampar, Provinsi Riau;
  8. Baznas Padang Lawas;
  9. Masyarakat Tapsel di Air Molek, Provinsi Riau;
  10. Lembaga Adat Melayu Riau;
  11. SD IT Mutiara Cendikia Lubuk Linggau, Sumatera Selatan;
  12. BUMDes SDH Jaya Kabupaten Tapsel.

Program 2026: Pemulihan dan Pemberdayaan Berkelanjutan

Sementara itu, Wakil Ketua III, Tua Pardomuan Harahap, menambahkan bahwa, di 2026 Baznas Tapsel akan terus berkontribusi dalam pemulihan pascabencana, di antaranya melalui:

  1. Pembangunan hunian tetap (Huntap);
  2. Pembangunan hunian sementara (Huntara);
  3. Renovasi rumah rusak akibat bencana;
  4. Bantuan pembangunan Masjid dan lembaga pendidikan Islam;
  5. Paket bantuan dhuafa terdampak bencana;
  6. Bantuan logistik pascabencana lainnya.

Ia menegaskan, program utama Baznas Tapsel tetap berfokus pada penyaluran zakat produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik.

Sedangkan, Wakil Ketua II, Asep Safaat, menyampaikan bahwa, pada tahun 2026 penyaluran zakat produktif akan semakin ditingkatkan, seiring dengan upaya penguatan penghimpunan ZIS.

“Baznas Tapsel akan melakukan pendekatan dan kerja sama kepada para muzakki, munfiq, dan mushoddiq, baik perorangan maupun lembaga serta perusahaan-perusahaan, termasuk dari sumber-sumber di luar Tapanuli Selatan,” pungkasnya. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *