Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangsidimpuanSumut

BBM Diduga Kembali Langka di Kota Padangsidimpuan, Pertamina: Coba Kami Teruskan dan Kroscek

723
×

BBM Diduga Kembali Langka di Kota Padangsidimpuan, Pertamina: Coba Kami Teruskan dan Kroscek

Sebarkan artikel ini
Beginilah situasi terkini di SPBU 14.227.312 Manunggang, Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (31/06/2026) sore. Terpantau sejumlah kendaraan baik roda dua hingga empat rela mengantre hingga ratusan Meter dami memperoleh BBM. Padahal, pintu SPBU masih tertutup yang menandakan BBM belum ada
Beginilah situasi terkini di SPBU 14.227.312 Manunggang, Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (31/06/2026) sore. Terpantau sejumlah kendaraan baik roda dua hingga empat rela mengantre hingga ratusan Meter dami memperoleh BBM. Padahal, pintu SPBU masih tertutup yang menandakan BBM belum ada. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis Pertalite diduga kembali langka dalam kurun beberapa hari terakhir di Kota Padangsidimpuan. Terbukti, antrean kendaraan roda dua dan empat, mengular panjang hingga beberapa ratus Meter di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan.

Amatan wartawan, Sabtu (31/06/2026) sore di SPBU 14.227.312 Manunggang, Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, terlihat sejumlah kendaraan rela mengantre hingga jarak ratusan Meter. Padahal, pintu gerbang SPBU masih tertutup, yang menandakan stok BBM belum ada.

Salah satu warga, Hasim mengaku sudah menunggu kedatangan BBM jenis Pertalite sejak siang. Namun, hingga kurun waktu 2 jam mengantre, ia mengaku belum ada tanda-tanda BBM jenis Pertalite bakalan masuk. Akan tetapi, karena kebutuhan BBM yang mendesak untuk sepeda motornya, ia terpaksa rela mengantre.

“Ya mau gimana lagi, mumpung libur kerja, ditunggu ajalah datangnya minyak (BBM) ini. Nanti kalau tak ditunggu, tak kebagian. Karena perlu kali sama minyak ini, untuk berangkat kerja, ngantar anak Sekolah, dan lain-lain,” kesal Hasim.

Sampai saat ini, Hasim mengaku heran dan bingung, apa penyebab mendadak ‘raibnya’ BBM khususnya Pertalite di beberapa SPBU di Kota Padangsidimpuan. Bahkan, ada kabar hoaks menurutnya beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa, jembatan di Garoga penghubung akses Kota Sibolga-Padangsidimpuan kembali terputus.

Ternyata, kabar tersebut, aku Hasim tidak benar adanya. Jembatan di Garoga baik-baik saja. Kendaraan masih bisa melintas dengan tonase tertentu. Memang, sekitar dua bulan lalu, menurut Hasim, kejadian serupa pernah terjadi.

Di mana, jembatan di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terputus total akibat bencana banjir bandang dan longsor. Akibatnya, mobil-mobil tangki dari Kota Sibolga ke Padangsidimpuan yang mengangkut BBM tertahan.

“Kalau kemarin, kita maklum karena kondisi bencana, jadi pasokan BBM tersendat. Terpaksa dipasok dari Dumai, itupun terbatas, jadi wajar agak langka. Sekarang ini, perasaan cuaca bagus-bagus ajanya. Ada yang bilang juga karena stok BBM dari Pertamina ke Padangsidimpuan dikurangi, jadi mana yang betul ini? Maunya, janganlah begini,” tambahnya mengeluhkan.

Senada disampaikan Sarif, pesepeda motor lain yang juga ikut mengantre. Ia mengaku trauma jika harus ikut mengantre berjam-jam untuk dapatkan BBM. Belum lagi, ulah-ulah oknum pedagang BBM eceran yang mengambil kesempatan di situasi seperti ini. Ia mengaku, temannya baru saja membeli BBM jenis Pertalite seharga Rp18 ribu dari pedagang eceran.

“Udah mahal, itu pun payah minyak di pengecer, Bang. Cepat kali habis. Bukan tak mungkin kalau keadaan terus-terusan begini, minyak nanti bisa Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per Liter diecer seperti, dua bulan lalu saat bencana. Kalau begitu, tak kuatlah kita. Udahlah sekarang cari uang susah, tambah lagi keadaan yang begini,” ungkap Sarif.

Untuk itu, Sarif berharap kepada pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah dan Pertamina, maupun aparat penegak hukum, dapat berkoordinasi untuk menuntaskan permasalahan ini, agar jangan berlarut-larut. Sebab menurut Sarif, jika keadaan ini dibiarkan, maka bukan tak mungkin terjadi efek domino kenaikan harga-harga barang.

“Waktu langka-langka dulu pas bencana kan sempat naik juga harga-harga barang, Bang. Makanya, tolonglah disampaikan supaya segera membaik ini semua. Udah hampir seminggu loh yang langka-langka ini. Bisa gawat kita,” tegasnya.

Terpisah, awak media mencoba mengonfirmasi ke pihak Pertamina, apakah benar stok BBM khususnya jenis Pertalite ke Padangsidimpuan dibatasi. Dan bila memang benar, apa yang menyebabkan Pertamina membatasi stok BBM ke Kota Padangsidimpuan.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Zaki Mubarok, mengaku ke awak media akan meneruskan informasi terkait susahnya akses masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk membeli BBM di sejumlah SPBU. Ia juga mengaku, akan melakukan Kroscek bersama Tim Retail.

“Siap terimakasih infonya. Izin coba kami teruskan dan Kroscek dengan Tim Retail,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *