Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Pascabencana Tapsel, Wabup dan Syahrul Doakan Gus Irawan

117
×

Pascabencana Tapsel, Wabup dan Syahrul Doakan Gus Irawan

Sebarkan artikel ini
Wabup Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, bersama tokoh pembangunan Tapsel sekaligus mantan Bupati dua periode, H Syahrul M Pasaribu, saat pengajian akbar BKMT Angkola Barat
Wabup Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, bersama tokoh pembangunan Tapsel sekaligus mantan Bupati dua periode, H Syahrul M Pasaribu, saat pengajian akbar BKMT Angkola Barat. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Di tengah duka dan perjuangan panjang pemulihan pascabencana banjir serta tanah longsor, harapan warga Tapanuli Selatan (Tapsel) terus menyala. Hal ini terlihat saat pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).

Dari mimbar BKMT, Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, H Jafar Syahbuddin Ritonga, bersama tokoh pembangunan Tapsel sekaligus mantan Bupati dua periode, H Syahrul M Pasaribu, memanjatkan doa khusus bagi Bupati saat ini, Gus Irawan Pasaribu, agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, serta kecerdasan dalam memimpin daerah ini bangkit dari keterpurukan.

Doa tersebut disampaikan dalam pengajian akbar BKMT yang dirangkai dengan peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penyampaian tausiyah yang dibawakan Ustad Herman. Kegiatan ini, menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan moral bagi masyarakat yang masih terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Syahrul mengenang perjalanan BKMT yang dibentuk pada 2011 silam saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tapsel. Saat itu, BKMT hanya mencakup 14 Kecamatan. Namun, kini BKMT telah berkembang menjadi 15 Kecamatan dan menjadi wadah pengajian sekaligus ruang silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.

Syahrul menjelaskan, pengajian ini memiliki dua fungsi, pertama meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis taklim dan kedua menjadi sarana silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah saling memahami.

Ia juga menyinggung dampak besar dari bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tapsel. Tidak hanya Angkola Barat, namun kondisi terparah terjadi di Kecamatan Batang Toru, khususnya di Desa Huta Godang, Garoga, Aek Ngadol, dan Tamansari.

Di wilayah tersebut, lanjut Syahrul, ratusan rumah warga rusak bahkan hanyut. Syahrul menegaskan bahwa, pemulihan Tapsel bukan pekerjaan singkat dan membutuhkan kesabaran serta dukungan semua pihak.

Untuk memulihkan kondisi seperti semula, Syahrul memperkirakan bahwa, dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran triliunan rupiah. Dengan demikian, tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati sangat berat.

“Maka, kita semua wajib mendoakan Bupati dan Wakil Bupati agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan pikiran yang jernih dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan,” katanya.

Sementara itu, Wabup mengungkapkan bahwa, dari total 15 Kecamatan di Tapsel, 14 di antaranya turut terdampak bencana, kecuali Aek Bilah. Ia menegaskan bahwa, sejak hari-hari awal terjadinya bencana, Bupati Tapsel telah menunjukkan komitmen dan perhatian yang sangat tinggi dalam mengendalikan situasi di lapangan.

“Pada minggu pertama pascabanjir, Bupati langsung turun ke lokasi terdampak. Kami sering pulang hingga jam 03.00 dini hari. Saya menyaksikan langsung semangat beliau dalam mengendalikan situasi saat bencana melanda Tapsel,” ungkap Jafar.

Jafar juga menyampaikan, saat ini Kabupaten Tapsel memasuki masa transisi penanganan bencana yang berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Ia bersama Bupati menargetkan agar sebelum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, ribuan warga terdampak tidak lagi tinggal di pengungsian.

“Saya bersama Pak Bupati menargetkan sebelum Hari Raya Idul Fitri, sekitar 12 ribu lebih warga Tapsel tidak lagi tinggal di pengungsian. Untuk itu kami mohon doanya untuk bisa segera bangkit bersama masyarakat,” ajaknya.

Lebih lanjut, Wabup mengaku optimis bahwa, Tapsel mampu bangkit lebih cepat dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Maka, Jafar memohon doa agar Bupati tetap diberi kesehatan, karena ia tahu betul semangat dan niat Gus Irawan dalam membangun Tapsel.

“Dengan kebersamaan, saya yakin Tapsel bisa bangkit dan pulih kembali,” tutupnya. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *