Example floating
Example floating
BeritaDaerahLifestyleSumutTapanuli Selatan

PTAR Dorong Konservasi Penyu Berkelanjutan di Muara Upu: Jadi Pusat Edukasi dan Eco-Edutourism

367
×

PTAR Dorong Konservasi Penyu Berkelanjutan di Muara Upu: Jadi Pusat Edukasi dan Eco-Edutourism

Sebarkan artikel ini
Manager Community Relations PTAR Masdar Muda, Ketua Lembaga Ovata Indonesia Erwinsyah Siregar, Camat Muara Batang Toru Sonita Wardah Nasution, Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar, dan lainnya saat melepasliarkan anak penyu atau tukik di Pantai Desa Muara Upu
Manager Community Relations PTAR Masdar Muda, Ketua Lembaga Ovata Indonesia Erwinsyah Siregar, Camat Muara Batang Toru Sonita Wardah Nasution, Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar, dan lainnya saat melepasliarkan anak penyu atau tukik di Pantai Desa Muara Upu. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati, PT Agincourt Resources (PTAR), terus melakukan pengembangan program konservasi, salah satunya lewat penangkaran penyu di Pantai Desa Muara Upu, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kepada wartawan, Selasa (20/01/2026), Superintendent Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa, perusahaan memiliki Biodiversity Action and Management Plan sebagai dasar aksi dalam menjalankan program konservasi keanekaragaman hayati, baik di wilayah darat maupun perairan.

“Untuk keanekaragaman hayati di darat, kita sudah lakukan. Namun, untuk ekosistem air tawar dan laut, ini menjadi concern kita ke depan,” ujar Syaiful usai peresmian pembangunan fasilitas konservasi penyu berikut Kantornya dari PTAR kepada Lembaga Ovata Indonesia di Muara Upu.

Dalam kegiatan yang dirangkai dengan pelepasliaran anak penyu atau tukik ke laut kepas ini, menurutnya, Muara Upu merupakan salah satu wilayah strategis di Tapsel yang memiliki potensi keanekaragaman hayati laut sangat tinggi, khususnya penyu.

Di kawasan ini, sambung Syaiful, setidaknya terdapat lima spesies penyu yang hidup dan bertelur secara alami. Dalam hal ini, akunya, perusahaan tidak ingin berhenti hanya pada pembangunan fasilitas konservasi penyu semata.

“Kunci keberhasilan konservasi adalah bagaimana program ini bisa terus berjalan secara operasional dan berkelanjutan,” tegasnya.

Syaiful menambahkan, keberhasilan program konservasi ini sangat bergantung pada kolaborasi antara PTAR, Lembaga Ovata Indonesia, pemerintah setempat, dan masyarakat lokal.

Menurutnya lagi, sinergi semua pihak menjadi fondasi utama agar upaya pelestarian tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak jangka panjang. Selain sebagai upaya pelestarian, fasilitas konservasi penyu ini juga diharapkan dapat berkembang menjadi pusat edukasi dan penelitian.

“Dari sisi ekonomi, kami berharap fasilitas ini bisa menjadi pusat ilmu pengetahuan, tempat para peneliti datang, sekaligus menjadi destinasi eco-edutourism. Dengan begitu, ini akan mendorong ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah setempat. Camat Muara Batang Toru, Sonita Wardah Nasution, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTAR dalam membangun fasilitas konservasi penyu di Pantai Desa Muara Upu.

“Terima kasih PTAR yang telah membangun fasilitas konservasi penyu di Pantai Desa Muara Upu. Insha Allah dari pemerintah, kami siap mendukung semampunya terhadap program konservasi penyu ini,” ucapnya singkat saat memberi sambutan.

Camat berharap, dengan adanya fasilitas ini, diharapkan Muara Upu tidak hanya dikenal sebagai kawasan pesisir biasa, tetapi juga sebagai pusat konservasi penyu, penelitian, dan edukasi lingkungan yang mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tampak hadir dalam acara ini, Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda, Ketua Lembaga Ovata Indonesia, Erwinsyah Siregar, dan lainnya. Kegiatan ditutup dengan pelepasliaran sekitar 45 ekor tukik ke laut lepas di bibir Pantai Desa Muara Upu. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *