Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangsidimpuanSumut

Warga Hanopan Sibatu Kirim Salawat dan Doa ke Korban Banjir dan Longsor

284
×

Warga Hanopan Sibatu Kirim Salawat dan Doa ke Korban Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Pemuda-pemudi Hanopan Sibatu dan warga setempat menggelar kirim doa dan salawat ke para korban terdampak bencana di Pulau Sumatera
Kirim Salawat: Pemuda-pemudi Hanopan Sibatu dan warga setempat menggelar kirim doa dan salawat ke para korban terdampak bencana di Pulau Sumatera. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN — Beragam cara dilakukan masyarakat Kota Padangsidimpuan dalam mengisi malam pergantian Tahun Baru 2025–2026. Ada yang memilih bermain kembang api dan petasan atau bepergian ke luar kota untuk sekadar refreshing bersama keluarga.

Namun, suasana berbeda terlihat di Kelurahan Hanopan Sibatu, Lingkungan I dan II, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Bersama para pemuda-pemudi (Naposo Nauli Bulung), warga setempat memilih mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan.

Masyarakat menggelar salawatan dan doa bersama, sebagai bentuk empati dan kepedulian ke saudara-saudara yang tertimpa bencana banjir dan longsor. Kegiatan kali ini mengangkat tema, ‘Menjadikan Peristiwa Banjir dan Longsor sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Taqwa’.

Masyarakat, menggelar acara ini di Masjid Al-Istiqomah Kelurahan Hanopan Sibatu, Rabu malam (31/12/2025). Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Hadrotun Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah satu kali.

Kemudian, membacakan Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, Al-Falaq satu kali, dan An-Nas satu kali. Setelah itu, jamaah bersama-sama membaca Salawat Tibbil Qulub sebanyak 21 kali yang dipimpin Ustad Sarmin Siregar, dam dilanjutkan dengan pembacaan tahlil sebanyak 100 kali.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, serta tausiyah sesuai tema yang diusung. Ketua Umum Pemuda-pemudi Kelurahan Hanopan Sibatu, Efendi Jambak, menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut berangkat dari rasa kepedulian mendalam terhadap warga yang terdampak bencana.

Terutama, yang terdampak banjir dan longsor di berbagai daerah di Pulau Sumatera, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh. Ketika Sungai Batang Angkola pasang hingga memasuki Rumah-rumah warga di Hanopan, Efendi mengaku sangat khawatir dan panik.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa saat itu. Namun, ketika saya melihat kondisi korban banjir dan longsor di Garoga Tapsel, Sumbar, dan Aceh, air mata saya pecah. Saya tidak menyangka musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana begitu dahsyat,” ujar Efendi dengan nada haru.

Atas dasar itulah, lanjut Efendi, kegiatan salawatan dan doa bersama ini digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk mengirimkan sepotong doa ke para korban. Harapannya, para korban yang terdampak bencana dan tertimpa musibah diberikan ketabahan serta kesabaran.

“Dan juga bagi korban yang meninggal dunia semoga diterima Allah SWT di sisi-Nya,” tambahnya.

Efendi juga menilai, mengingat banyaknya saudara-saudara yang tengah dirundung musibah, maka malam pergantian tahun sebaiknya diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna dan penuh doa.

“Karena saudara-saudara kita masih berkabung dan bersedih, saya rasa sudah sepatutnya kita memanfaatkan momentum pergantian tahun ini dengan acara keagamaan, seraya berdoa agar kita semua dijauhkan dari mara bahaya,” ungkapnya.

Efendi juga memanjatkan doa agar Indonesia menjadi negeri yang diberkahi. Ia juga mendoakan agar Indonesia, menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Menutup sambutannya, Efendi mengingatkan bahwa, bencana bisa datang kapan pun dan kepada siapa saja. Bencana itu tidak pernah tahu kapan datangnya. Hari ini menimpa orang lain, besok atau lusa bisa menimpa diri sendiri.

“Oleh karena itu, mari saling tolong-menolong dalam kebaikan,” tandas Efendi.

Sementara itu, Ali Nakman Harahap, selaku Harajaon (Tokoh Masyarakat) Kelurahan Hanopan Sibatu, mengapresiasi dan mendukung kegiatan positif yang digagas para pemuda, khususnya kegiatan bernuansa keagamaan.

“Saya sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan muda-mudi, apalagi kegiatan keagamaan seperti ini. Mari kita kirimkan doa kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir dan longsor. Semoga, di tahun-tahun mendatang negara kita dilindungi Allah SWT dan dimakmurkan-Nya,” harapnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustad Sarmin Siregar, yang mengupas tema tentang bagaimana peristiwa banjir dan longsor dapat menjadi pengingat sekaligus sarana untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kegiatan berlangsung khidmat hingga menjelang pergantian tahun, menjadi refleksi spiritual sekaligus wujud solidaritas warga Kelurahan Hanopan Sibatu terhadap sesama anak bangsa yang tengah dilanda musibah. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *