PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN — Para korban terdampak banjir dan longsor khususnya di beberapa Desa di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menilai penanganan dan pemulihan pasca bencana berjalan cepat berkat kolaborasi pemerintah pusat hingga daerah, yang dinilai hadir nyata di tengah masa sulit warga.
Oleh karenanya, warga terdampak bencana mengapresiasi langkah cepat dan tepat pemerintah dalam penanganan dan pemulihan pasca bencana. Seperti kata Yusuf Hutasuhut, salah satu warga yang turut merasakan dampak hebat bencana yang melanda beberapa waktu lalu.
Ia mengaku, pemerintah telah berupaya maksimal membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan pasca bencana. Ia menilai perhatian pemerintah tidak hanya dalam bentuk program, tetapi juga kehadiran langsung di lapangan.
“Pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah sudah berupaya maksimal dalam pemulihan pasca bencana ini. Bahkan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, kerap hadir bersama kami di sini,” ujarnya di sela kegiatan punggahan menyambut Ramadan 1447 H di lokasi hunian tetap Desa Hapesong Baru, Rabu (18/02/2026).
Yusuf juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, hingga pemerintah daerah yang dinilai memberi perhatian besar ke korban bencana.
“Duka yang kami rasakan, perlahan terobati dengan besarnya perhatian dari pemerintah,” imbuh Yusuf yang saat ini berstatus penerima manfaat dana tunggu hunian (DTH) dari pemerintah.
Senada juga disampaikan Salim, warga lain yang juga terdampak bencana. Salim menilai, perhatian pemerintah provinsi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui bantuan hewan ternak untuk kegiatan kebersamaan atau punggahan menjelang Ramadan.
Menurutnya, bantuan sapi sembelihan dari Gubernur Sumatera Utara yang disembelih saat punggahan menjadi momen kebersamaan, menguatkan semangat warga. Untuk itu, atas bantuan yang telah diberikan, Salim mengucapkan terima kasih mendalam kepada Bobby Nasution dan Gus Irawan.
“Terima kasih Pak Bobby dan Pak Gus,” ucapnya.
Di sisi lain, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan penanganan pasca bencana dapat berjalan baik karena sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah hingga lembaga kemanusiaan seperti Yayasan Tzu Chi Indonesia dan Baznas.
Menurutnya, kekompakan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan. Semangat kebersamaan warga Tapsel, bagi Gus Irawan, menjadi kekuatan sosial yang membantu proses bangkit dari bencana.
Gus Irawan menjelaskan perhatian pemerintah pusat dan provinsi terlihat dari kehadiran langsung Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri di lokasi bencana.
Untuk memastikan warga tidak berlama-lama di pengungsian, pemerintah menyiapkan hunian sementara (Huntara) sembari pembangunan hunian tetap (Huntap) berjalan. Bagi warga yang tak memilih Huntara, pemerintah menyalurkan DTH agar dapat menyewa rumah sementara.
Ia menambahkan, sebagian besar Huntara telah siap dimanfaatkan sebelum Ramadan, meski masih ada beberapa warga di wilayah tertentu, sementara bertahan di tenda karena menunggu unit terakhir rampung akibat kendala cuaca.
Bupati juga mengapresiasi perhatian Bobby Nasution yang sejak awal aktif menawarkan bantuan, mulai dari penyediaan hunian, bantuan sewa rumah, hingga dukungan logistik bagi korban.
Ia menjelaskan, tawaran bantuan pembangunan Huntap dari pemerintah provinsi tidak direalisasikan bukan karena ditolak, melainkan karena kuota hunian tetap di Tapsel telah terpenuhi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah mengusulkan agar bantuan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.
“Prinsipnya bantuan tidak boleh ganda. Karena kebutuhan Huntap sudah terpenuhi, kami mohon dialihkan untuk pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya yang masih perlu dibenahi,” jelasnya.
Menurut Gus Irawan, pernyataan Gubernur Sumatera Utara yang sempat ramai di media sosial justru merupakan bentuk apresiasi atas kesiapan data pemerintah daerah sehingga realisasi bantuan bisa berjalan cepat.
Dengan berbagai dukungan tersebut, pemerintah daerah optimistis proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Batang Toru dapat berlangsung lebih cepat, sehingga warga dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh harapan. (Rel/Reza FH)















