Example floating
Example floating
AsahanBeritaDaerahHukumKriminalSumut

Karyawan PT BSP Tbk Dikeroyok Penggarap Lahan di Asahan, 4 Dirawat

600
×

Karyawan PT BSP Tbk Dikeroyok Penggarap Lahan di Asahan, 4 Dirawat

Sebarkan artikel ini
Diserang dan dikeroyok kelompok penggarap lahan sampai babak belur, empat orang karyawan PT BSP Tbk lapor polisi
Diserang dan dikeroyok kelompok penggarap lahan sampai babak belur, empat orang karyawan PT BSP Tbk lapor polisi. (Foto: Hafidz)

PIONERNEWS.COM, ASAHAN – Sebanyak empat orang karyawan perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BSP) Tbk Kisaran menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan penggarap lahan milik perusahaan.

Para korban akhirnya melapor ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Asahan. Adapun yang menjadi korban pengeroyokan yaitu, Muslim Saragih, yang mengalami sakit di bagian tulang rusuk. Saat ini, korban bersama tiga orang rekannya dirawat intensif di Rumah Sakit Katarina Kisaran.

Kepala Security PT BSP Tbk Kisaran, Muslim Saragih, yang juga merupakan salah satu korban penganiayaan, saat ditemui wartawan, Rabu (26/02/2026) di Ruang II Nusa Indah Rumah Sakit Katarina Kisaran mengatakan, kejadian nahas itu terjadi pada Selasa (25/02/2026) pagi.

Awalnya, pihak Security mendapatkan laporan dari karyawan panen Kebun Kuala Piasa Estate bahwa, ada sekelompok penggarap lahan perkebunan yang telah melakukan pencurian dan perampasan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik perusahaan.

“Pencurian dan perampasan itu terjadi di Afdeling Divisi II Kebun Kuala Piasa Estate, Kecamatan Tinggi Raja,” ucap Muslim.

Setelah mendapat laporan tersebut, ia bersama karyawan dan anggota Satuan Tim Pengamanan Internal (Security) serta satu orang petugas BKO pengamanan kebun dari personel Polres Asahan langsung turun ke lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka mencoba melakukan pendekatan secara persuasif dan melarang para penggarap memanen buah kelapa sawit. Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan yang cukup sengit.

“Mereka langsung menyerang dengan memukuli bagian wajah dan tubuh serta mencekik leher kami. Jumlah mereka cukup banyak, hampir mencapai lima puluh orang,” urai Muslim mengenang peristiwa mencekam itu.

Masing-masing dari mereka, lanjut Muslim, membawa kayu serta alat panen sawit (tojok) sebagai senjata. Kendati situasi genting, Muslim mengaku dari pihak keamanan perusahaan tidak melakukan perlawanan sedikitpun.

“Kami hanya bisa bertahan dari pukulan yang datang bertubi-tubi. Kami juga masyarakat Indonesia punya hak yang sama untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum,” kenang Muslim.

Kepada Bapak Kapolres Asahan, Muslim mewakili pihak korban, meminta agar kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi kepada mereka secepatnya diproses dan bila perlu ditangkap semua pelakunya.

Senada disampaikan Kepala Tim Unit K9 PT BSP, Agam M Arifin, yang juga menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan. Ia menyebut, pada saat kejadian dirinya berada sekitar 50 Meter dari lokasi awal keributan.

“Saya terkejut dan panik. Tiba-tiba kelompok penggarap langsung mengejar saya. Mereka lalu memukuli saya dan anjing yang saya bawa menggunakan kayu serta bambu,” kata Agam.

Padahal, sebut Agam, anjing pengaman kebun tersebut sama sekali tidak dilepasnya dan ia masih memegang tali kekangnya. Tanpa ada merasa belas kasihan, beberapa orang dari kelompok penggarap terus memukulinya.

“Lantas saya berusaha menghindar dan berlari menjauh untuk menyelamatkan diri dan anjing pengaman kebun tersebut,” papar Agam.

Sementara, Manager Social Security & Legal PT BSP Tbk Kisaran, Yudha Andriko, mengecam sekaligus mengutuk keras kejadian tersebut. Menurutnya, jumlah karyawan korban penganiayaan dan pengeroyokan hingga babak belur tersebut sebenarnya ada delapan orang.

“Ada delapan orang yang menjadi korban. Empat orang di antaranya, kini dalam kondisi rawat jalan, dan empat orang lagi masih opname rawat inap di Rumah Sakit Katarina Kisaran dan butuh penanganan medis lebih intensif,” cetusnya.

Saat ini, tiga orang korban sudah membuat laporan pengaduan ke Polres Asahan terkait kasus pengeroyokan. Sementara satu orang karyawan lainnya telah membuat laporan terkait pencurian TBS kelapa sawit.

Ia menegaskan, manajemen perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi kepada karyawan. Menurutnya, ini sudah merupakan tindakan provokatif yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Selama ini, perusahaan telah melakukan berbagai upaya dan pendekatan secara persuasif. Untuk itu, manajemen perusahaan akan terus mengikuti seluruh perkembangan atas laporan pengaduan yang telah masuk di Polres Asahan.

“Kami berharap semua laporan pengaduan terkait pengeroyokan dan pencurian yang dilakukan oleh kelompok penggarap secepatnya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Yudha. (Hafidz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *