Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Gus Irawan Dorong Sumut Link Jadi Motor Ekonomi Desa Tapsel

105
×

Gus Irawan Dorong Sumut Link Jadi Motor Ekonomi Desa Tapsel

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat memberi arahan di sela sosialisasi Sumut Link di Aula Sarasi Lantai Tiga
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat memberi arahan di sela sosialisasi Sumut Link di Aula Sarasi Lantai Tiga. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menegaskan, program Sumut Link dari Bank Sumut harus mampu mempercepat perputaran uang di desa dan memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Demukian diungkapkan Bupati saat menghadiri dan menutup sosialisasi Sumut Link di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran PemkabTapsel, Kecamatan Sipirok, pada Rabu (04/03/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, serta sekitar 110 peserta yang terdiri dari Ketua dan Bendahara Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tapsel.

Dalam bimbingan dan arahannya, Gus Irawan menegaskan, Bank Sumut memiliki produk layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) yang dikenal dengan Sumut Link, yakni layanan perbankan melalui agen di desa.

Menurutnya, program ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan ekonomi dari desa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita keenam, membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Bank Sumut harus menjadi agent of development. Ekonomi harus berputar di desa,” tegas Gus Irawan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau dilihat program MBG yang sedang berjalan dengan target hampir 90.000 sasaran, maka potensi perputaran uang di desa bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Karena, kebutuhan seperti beras dan telur itu dikonsumsi setiap hari.

“Artinya uang itu berputar setiap hari,” ujar Bupati.

Ia mencontohkan, konsep usaha seperti, minimarket atau SPBU dengan margin kecil namun perputaran harian tinggi. Hal tersebut menurutnya juga menjadi peluang bagi Koperasi Desa melalui Sumut Link untuk mengejar perputaran transaksi yang konsisten.

Bupati berharap, Koperasi Merah Putih dapat menjadi off taker yang menampung dan memfasilitasi kebutuhan program MBG, sehingga koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Ia juga menyoroti persoalan bunga pinjaman yang dinilai masih memberatkan masyarakat kecil. Contohnya, masyarakat meminjam Rp2 juta, diterima hanya Rp1,9 juta dan dicicil Rp50 ribu per minggu selama 50 minggu.

“Itu hampir 30 persen bunganya. Sementara, orang yang punya pinjaman besar bunganya tidak sampai 10 persen. Ini yang ingin kita benahi melalui kerja sama yang lebih adil,” tegasnya.

Ia menambahkan, skema sharing fee Bank Sumut yang mencapai 20:80 dinilai lebih berpihak dibandingkan bank lain yang umumnya 50:50. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus Koperasi untuk mengambil bagian dalam pemulihan pertumbuhan ekonomi Tapsel.

Bupati juga memaparkan, sebelum bencana besar 25 November lalu, seluruh indikator makro ekonomi Tapsel masih dalam kondisi baik. Namun, akibat terdampak bencana, pertumbuhan ekonomi Tapsel tergerus hingga menyisakan 2,4 persen di triwulan empat 2025, sehingga pada akhir 2025 tercatat di angka 4,39 persen.

Ia optimis, jika program MBG berjalan optimal, pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat. Dengan semangat ‘Prabowonomics’ atau ekonomi berputar di desa, Pemkab Tapsel optimis Koperasi Desa akan menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Plt Kadis Perdagangan dan UKM Tapsel, Padot Harahap, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Bank Sumut dan Koperasi Merah Putih dalam memperkuat UMKM desa. Dari 248 Koperasi yang terbentuk sejak Juli, 171 di antaranya menggunakan rekening Bank Sumut.

Adapun yang menjadi narasumber acara yaitu, Perwakilan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Rini Maulisa. Rinj menjelaskan, Sumut Link memiliki dua produk utama, yakni Tabungan Martabe SiPandai dan Agen Sumut Link, yang memberikan peluang pendapatan tambahan bagi koperasi melalui sistem sharing fee.

Di sisi lain, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, Ade Irma Hakim Nasution, menambahkan, 248 Koperasi Merah Putih di Tapsel akan dibagi menjadi tiga zona pembinaan. Agen yang berhasil membawa nasabah akan memperoleh sharing fee, termasuk peluang referensi kredit.

Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa PT Bank Sumut, Dody Nurman Syahputra, serta jajaran Humas menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan berharap sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan koperasi mampu mempercepat perputaran ekonomi desa. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *