PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus membenahi produktifitas di sektor pertanian yang sempat tergerus karena bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 silam. Menurutnya, hal ini jadi upaya mendongkrak perekonomian Tapsel ke depan pasca bencana.
“Yang paling besar menyumbang pertumbuhan ekonomi kita itu adalah sektor pertanian,” ujar Bupati usai menyerahkan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, ke warga terdampak bencana di hunian sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel, Minggu (15/03/2026).
Gus Irawan mengaku, Pemkab Tapsel saat ini tengah berupaya untuk menormalisasi sawah-sawah yang terdampak rusak ringan hingga sedang akibat bencana banjir bandang disertai tanah longsor membawa gelondongan kayu beberapa waktu lalu.
Tapi, ia menyadari, semua itu memang butuh waktu dan belum tertangkap di Triwulan I dan II 2026 pertumbuhan ekonomi Tapsel. Mungkin nanti, jelas Gus Irawan, dampaknya baru terlihat di triwulan III 2026.
Selain menormalisasi sawah-sawah yang rusak, Gus Irawan juga menyebut varietas baru padi Gama Gora, juga menjadi salah satu kunci yang bisa meningkatkan produksi pertanian.
Gama sendiri, merupakan singkatan dari Gajah Mada. Karena, yang menemukan bibit varietas baru ini dari Universitas Gajah Mada sehingga diberi nama Gama.
“Sedangkan Gora singkatan dari gogo yakni, padi gogo darat dan ra yakni rancah adalah padi air. Persilangan padi darat dengan padi air,” ungkap Gus Irawan.
Menurut orang nomor satu di Pemkab Tapsel ini, varietas padi Gama Gora ini sangat cocok ditanam di sawah yang airnya tidak terlalu banyak atau tidak menggenangi.
“Varietas ini merupakan bantuan dari Bank Indonesia (BI). Dan saya sudah minta agar ada penangkaran Gama Gora ini di Tapsel, karena memang susah mencari bibitnya,” katanya.
Varietas Gama Gora ini, sambung Bupati, sudah pernah di demplot di daerah Tatengger, dan hasilnya sangat memuaskan dengan produksi 9,6 Ton per Hektare.
“Hasil demplot kita di Tatengger adalah 9,6 Ton per Hektare. Kemudian 80 hari sudah bisa dipanen dan nasinya enak,” jelas Bupati.
Saat ini, lanjut Gus Irawan, varietas Gama Gora ini kembali di demplot di dua tempat berbeda di Tapsel, yakni di daerah Sayur Matinggi dan Tano Tombangan (Tantom) Angkola.
“Ini untuk memastikan bahwa Gama Gora ini memang cocok di Tapanuli Selatan,” sebut Gus Irawan.
Ia pun menyarankan warga untuk menanam padi Gama Gora ini di saat musim panas atau ketika debit air sedang kecil. Kalau sekiranya dalam setahun sawah hanya 2 kali ditanam, paling tidak ketika air tidak ada, maka ia berpesan agar menanam Gama Gora.
“Jadi bisa 3 kali tanam dalam setahun,” tuturnya.
Di samping itu, Gus Irawan menyebut, bila ada likuiditas uang masuk yang membuat orang berbelanja, otomatis mendorong bergeraknya ekonomi. Makanya Pemkab Tapsel sangat konsern menyiapkan data dampak bencana itu lebih awal.
“Supaya, masyarakat kita bisa mendapatkan bantuan lebih awal sehingga uangnya bisa dibelanjakan lebih awal juga. Jadi kan menggerakkan ekonomi,” ucap Bupati.
Di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M ini, menurut Gus Irawan, dengan meningkatnya arus mudik, ekonomi juga bisa berputar lebih cepat. Meskipun memang, pemulihan butuh waktu.
Ia berharap, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapsel pada Triwulan I 2026 (Januari-Februari-Maret) ini nantinya bisa di atas Triwulan IV 2025 (Oktober-November-Desember) yang tergerus di angka 2,39 persen.
“Memang ini belum bisa normal di angka 5 persenan, tapi saya berharap tidak jauh-jauh dari situ,” pungkasnya.
Tampak hadir, Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rocky AP Gultom, Sekda Sofyan Adil, serta perangkat daerah lainnya. (Rel/Reza FH)















