PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi kehadiran Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Afif Nasution, yang meresmikan Jembatan Aek Sipange di Desa Sigolang, Kecamatan Aek Bilah, Kamis (05/03/2026).
Peresmian ini menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas wilayah pedalaman, memperlancar arus transportasi barang, serta memudahkan mobilitas masyarakat dari Tapsel menuju Padang Lawas Utara (Paluta) hingga ke Labuhan Batu.
Dalam sambutannya, Gubsu menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Aek Sipange yang kini dapat dirasakan manfaatnnya oleh masyarakat. Bobby mengaku bahwa, sejak tahun lalu, ia sudah berjanji ke Bupati akan datang untuk meresmikan Jembatan tersebut.
“Alhamdulillah di bulan Ramadan ini kita bisa berkumpul meresmikan Jembatan Aek Sipange yang sudah selesai dibangun. Mudah-mudahan, jembatan ini membawa kebaikan bagi masyarakat Tapanuli Selatan,” harap Bobby.
Gubsu juga menegaskan bahwa, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga simbol kehadiran pemerintah dalam mempercepat pembangunan di wilayah Tapsel, khususnya daerah-daerah pedalaman.
Menurutnya, jembatan ini memiliki peran strategis karena menjadi akses penting untuk masuknya material pembangunan maupun mobilitas masyarakat menuju wilayah yang lebih dalam.
“Jembatan ini sangat penting untuk membuka akses masuk material dan orang. Setelah jembatan selesai, pembangunan ke wilayah yang lebih dalam bisa kita lanjutkan,” jelasnya.
Bobby juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan menuju Kecamatan di Tapsel yang masih memerlukan perbaikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), kata dia, telah menyiapkan perencanaan peningkatan infrastruktur tersebut.
Ia menyebutkan terdapat sekitar 32 Km ruas jalan yang perlu dikerjakan untuk memperkuat konektivitas wilayah. Namun pembangunan itu akan dilakukan secara bertahap mengingat kebutuhan material yang cukup besar.
Pihaknya berkomitmen semuanya akan dikerjakan secara bertahap dan di 2028 diharapkan sudah rampung. Sebab, kalau sekaligus dikerjakan sekitar 32 Km, maka membutuhkan material yang cukup besar.
“Kita akan upayakan, termasuk kemungkinan penggunaan crusher untuk penyediaan material,” katanya.
Selain itu, Gubsu juga menginstruksikan agar sepanjang ruas jalan sempit mulai dari Simpang Pasar Sipirok, Arse, Saipar Dolok Hole, hingga Kecamatan Aek Bilah dapat dilakukan pelebaran serta pembersihan material longsor agar akses masyarakat semakin aman.
Ia juga menyinggung kondisi Tapsel yang sempat terdampak bencana pada tahun lalu. Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk manfaatkan dana transfer guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
“Mudah-mudahan pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana bisa segera dimanfaatkan dan dipercepat,” tambahnya.
Sememtara itu, Bupati mengucapkan selamat datang dan terima kasih ke Gubsu atas perhatian besar yang diberikan kepada Kabupaten Tapsel. Ia mengaku, masyarakat merasa sangat senang atas kehadiran Gubsu di sana.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk melanjutkan pembangunan. Terima kasih atas alokasi pembangunan jembatan ini karena sangat monumental bagi masyarakat,” ucap Bupati.
Bupati juga mengenang peristiwa tragis yang pernah terjadi beberapa tahun lalu saat musim mudik Lebaran, ketika sebuah mobil yang membawa satu keluarga hanyut terseret arus sungai saat mencoba menyeberang. Peristiwa tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pembangunan jembatan di lokasi tersebut agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai.
“Dengan adanya jembatan ini, mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” cetusnya.
Bupati menilai pembangunan Jembatan Aek Sipange merupakan program monumental karena membuka akses wilayah sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat di Kecamatan Aek Bilah dan daerah sekitarnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian besar Gubsu terhadap pembangunan di Tapsel. Bahkan dalam kurun waktu sepekan terakhir, Gubsu telah dua kali melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut.
“Pak Gubernur luar biasa. Dalam seminggu ini sudah dua kali datang ke Tapanuli Selatan. Bahkan puasa pertama saja beliau tidak berada di rumahnya. Ini menunjukkan kecintaan beliau kepada daerah,” sebutnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PUPR Sumut, Chandra Dalimunthe, dalam laporannya menyampaikan bahwa, pembangunan Jembatan Aek Sipange dilaksanakan pada 2025 berbiaya Rp21,8 miliar yang bersumber dari APBD Provsu.
Jembatan tersebut dibangun dengan konstruksi rangka baja sepanjang 50 M, dilengkapi bronjong sepanjang 50 M serta tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 700 M. Lebar total jembatan mencapai 8 M, terdiri dari 6 M badan jalan dan masing-masing 1 M trotoar di kedua sisi.
Peresmian jembatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar, jajaran OPD Provsu dan daerah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan serta masyarakat setempat. (Rel/Reza FH)















