Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselSumutTapanuli Selatan

Tinjau Pembangunan Huntap Malam-malam, Bupati: Tapsel yang Tercepat Pengerjaannya

191
×

Tinjau Pembangunan Huntap Malam-malam, Bupati: Tapsel yang Tercepat Pengerjaannya

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rocky AP Gultom, saat diwawancarai wartawan di lokasi Huntap
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rocky AP Gultom, saat diwawancarai wartawan di lokasi Huntap. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, meninjau langsung lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Minggu (15/03/2026) malam.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa awalnya Huntap yang dibangun bekerjasama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia, direncanakan diresmikan pada hari ini. Namun, karena beberapa unit belum sepenuhnya siap dihuni, peresmian terpaksa ditunda.

“Tadinya direncanakan Huntap Yayasan Tzu Chi Indonesia diresmikan hari ini. Kita kejar agar siap (dihuni), namun belum bisa siap. Memang sebetulnya kontrak (pengerjaan Huntap) ini sampai 5 Mei 2026. Tapi, kita berkomitmen untuk mengejarkan (lebih cepat siap lagi),” ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar sebagian rumah bisa segera ditempati warga penerima manfaat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Supaya, kalau pun tidak bisa secara total dihuni oleh masyarakat penerima manfaat sebelum Lebaran, ya (minimal) seberapa yang bisa dikejar (dulu) untuk siap. Karena Tzu Chi juga sudah melengkapi perabotan rumah tangga dan sudah ada beberapa (warga) tadi yang masuk (Huntap). Ada 114 (warga yang masuk ke Huntap). Kita bertahap-tahap ini menyelesaikannya,” jelasnya.

Bupati juga menyebutkan adanya faktor budaya atau tradisi yang turut memengaruhi waktu warga untuk menempati rumah baru.

“Kita juga mendapat informasi bahwa, sebenarnya, umumnya ini kan (penerima manfaat) suku Jawa ini, ada rupanya semacam tradisi masyarakat Jawa itu, di hari besar seperti saat punggahan Ramadan itu, kurang baik untuk memasuki rumah (baru),” kata Gus Irawan.

Meski demikian, sejumlah warga tetap datang ke lokasi Huntap untuk melihat dan menata rumah yang telah ditetapkan bagi mereka.

“Tapi, mereka juga datang ke sini, kan sudah ada nomor-nomor (rumahnya) untuk membersihkan dan menata perabotan rumah tangga seperti, sofa, meja tamu, meja makan, hingga dua tempat tidur (kasur),” tambahnya.

Secara keseluruhan, pembangunan Huntap di kawasan tersebut direncanakan sebanyak 227 unit rumah. Pemerintah Kabupaten Tapsel menargetkan setidaknya 150 unit dapat dihuni sebelum Lebaran.

“Total keseluruhan (Huntap) ada 227 unit yang kemudian kita komitmenkan untuk mengejar (pengerjaannya) agar (warga) bisa masuk (rumah baru) sebelum Lebaran itu 150 unit. Tapi itu pun terus dikejar agar tidak sampai berakhir masa kontrak (pengerjaannya) di awal Mei nanti,” ungkapnya.

Menurut Gus Irawan, progres pembangunan Huntap di Tapsel termasuk yang tercepat dibandingkan daerah lain yang juga menjalankan program serupa.

“Saya kira, Kabupaten Tapsel ini yang tercepatlah sudah (dalam hal progres pembangunan Huntap). Kalau mau dipresentasekan mungkin sudah hampir 80 persen (progresnya) sudah selesai. Sementara kita start (pembangunan) itu sama-sama dengan Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Dan yang tercepat (penyelesaiannya) itu Tapsel,” cetusnya.

Ia menambahkan, sempat terjadi kendala pada awal proses pembangunan, terutama terkait ketersediaan material bangunan.

“Maka tadinya, (direncanakan) mau diresmikan di sini. (Adapun) kendala (pembangunannya) di awal Januari itu, material (bangunan) juga gak ada. Saya pun tau ini, untuk mendatangkan material bangunan ini agak susah payah juga ini. Seperti, batu batanya dari Kota Tebing Tinggi, Labuhan Batu, hingga Padang Lawas Utara,” jelasnya.

Kendala tersebut terjadi karena tingginya kebutuhan material bangunan di berbagai daerah pada waktu bersamaan.

“Karena memang, banyak yang membangun bangunan di mana-mana sehingga di situ sebetulnya sedikit kendala, ya. Tapi ya, komitmen dari semua yang mengerjakan di sini tidak menyerah dengan keadaan karena saya langsung datang ke sini, sehingga mereka mencari solusi bahkan mendatangkan batu bata dari luar Tapsel,” pungkasnya menutup.

Tampak hadir mendampingi Bupati antara lain, Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rocky AP Gultom, Sekda Sofyan Adil, dan perangkat daerah lainnya. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *