PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Sebagai lembaga yang berfungsi untuk menghimpun zakat dari berbagai elemen pemerintahan maupun masyarakat luas, peranan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sangat besar manfaat atau andilnya akan kemaslahatan umat. Termasuk, pengelolaan zakat oleh Baznas Tapanuli Selatan (Tapsel).
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan bahwa kehadiran Baznas untuk berkontibusi dalam penanganan bencana yang terjadi di daerah itu pada November 2025 silam sangatlah besar. Bahkan, Baznas RI turut membangun 120 unit hunian tetap (Huntap) lengkap dengan Masjid di kawasan Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.
Selain pembangunan hunian, Baznas juga didorong untuk berperan dalam program pemberdayaan ekonomi umat seperti pemanfaatan lahan untuk ditanami jagung serta pengembangan kolam perikanan bagi masyarakat. Saat ini, seluruh korban bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di Pos Pengungsian.
“Mereka telah menempati hunian sementara (Huntara), bahkan sebagian sudah tinggal di hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkap Gus Irawan saat buka puasa bersama OPD, Rektor Perguruan Tinggi, pimpinan perusahaan, serta instansi vertikal Tapsel dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan di Masjid Syahrun Nur Sipirok, Senin (16/03/2026).
Bupati juga menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi zakat di Indonesia, menurutnya, sangat luar biasa. Baginya, ini adalah salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.
“Tidak boleh ada yang hidup berlebihan, sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan,” tegasnya.
Di Kabupaten Tapsel sendiri, kata Gus Irawan, sejak lama telah diterapkan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN yang kemudian disalurkan melalui Baznas. Kendati begitu, Gus Irawan juga tidak menampik peranan organisasi lainnya pada penanganan bencana November 2025 silam.
“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberi dukungannya kepada masyarakat Tapsel dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Di sisi lain, ia juga memaparkan bahwa akibat bencana yang melanda, perekonomian daerah di Kabupaten Tapsel turut terpengaruh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Tapsel sempat melambat. Sebab, pada Triwulan III 2025 pertumbuhan ekonomi Tapsel masih di atas 5 persen.
“Namun, pada Triwulan IV, akibat bencana 25 November 2025 lalu, pertumbuhan sempat turun menjadi 2,39 persen. Syukurnya, secara keseluruhan masih berada di angka sekitar 4,39 persen,” jelasnya.
Tak sampai di situ, lebih dari 3.000 Hektare lahan persawahan di Tapsel dilaporkan gagal panen akibat bencana. Karena itu, Bupati berharap Baznas Tapsel dapat memperkuat program zakat produktif untuk mendorong para mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kita ingin para mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Tapsel memiliki nilai kebersamaan yang kuat melalui falsafah Dalihan Natolu, sehingga diyakini mampu bangkit lebih kuat dan pulih lebih cepat dari berbagai tantangan.
Sebelumnya, Gus Irawan menyebut Pemkab Tapsel telah menuntaskan kegiatan Safari Ramadan di seluruh 15 Kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Selain memperkuat silaturahmi, Safari Ramadan harapannya dapat menjadi ajang penguatan secara konklusif antara pemerintah dan masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi.
Sementara, Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, diwakili Wakil Ketua, Asef Syafa’at Siregar, melaporkan program pihaknya sejak dilantik pada 22 Oktober 2025 lalu hingga saat ini.
Sekitar 5 bulan belakangan, Baznas Tapsel telah menyalurkan berbagai program bantuan.
Bantuan itu antara lain, zakat produktif sebesar Rp286.305.000 kepada 71 mustahik di 15 Kecamatan. Kemudian, zakat Konsumtif senilai Rp53.200.000 ke 152 mustahik di 15 Kecamatan. Lalu, zakat fitrah sebanyak 350 karung beras masing-masing 5 Kg.
“Selanjutnya, bantuan untuk 30 Masjid berupa, 2 roll ambal, 50 mukena, 50 kain sarung, dan 10 Al Quran untuk setiap Masjid dan bantuan bencana alam senilai Rp582.675.500 ditambah dukungan pembangunan hunian sekitar Rp80 juta,” tambahnya.
Baznas berkomitmen menyalurkan zakat secara transparan, tepat guna, dan sasaran, serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Tapsel.
“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar berkenan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Tapanuli Selatan,” harapnya seraya menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sendiri, sudah mencontohkan dengan menyalurkan zakatnya melalui Baznas RI.
Sedangkan Ustad Ahmad Siregar, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Nabi Muhammad SAW ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadan mengencangkan ikat pinggangnya.
“Kemudian juga menghidupkan malam dengan ibadah dan membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Ny Asri Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli PKK Ny Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Sofyan Adil Siregar, Ketua Darma Wanita Persatuan Ny Ira Sofyan Adil Siregar, dan lainnya. (Rel/Reza FH)















