PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, memuji kepedulian dan kesolidan Ormas maupun OKP di daerahnya dalam hal membantu masyarakat saat masa tanggap darurat bencana.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh organisasi yang hadir saat bencana dan membantu masyarakat,” ujar Gus buka puasa bersama dengan Ormas dan OKP di Mesjid Syahrun Nur di Sipirok, Kabupaten Tapsel, Jumat (13/03/2026).
Berkat keguyuban dan kebersamaan semua pihak, lanjut Bupati, berbagai bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Saat ini, masyarakat yang sebelumnya berada di pengungsian sudah tinggal di hunian sementara (Huntara) yang dibangun oleh pemerintah.
“Sehingga, di Kabupaten Tapanuli Selatan tidak ada lagi warga yang tinggal di posko pengungsian,” kata Gus Irawan.
Ia juga mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang telah membantu pembangunan 120 unit hunian tetap (Huntap) ke masyarakat terdampak bencana di Aek Latong, Kecamatan Sipirok. Namun demikian, ia mengakui bahwa upaya pemulihan saat ini bersifat solusi sementara.
“Karena banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Oleh sebab itu, peran negara dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan tersebut,” tambahnya.
Pada awal Maret lalu, pemerintah juga telah menyalurkan dana stimulan sebesar Rp5 juta kepada masyarakat terdampak bencana. Meski dinilai belum mencukupi, bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Bupati juga berharap seluruh Ormas dan OKP dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing dalam membantu proses pemulihan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi maupun psikologis. Misalnya MUI dan Dewan Masjid Indonesia dapat memberikan tausiyah untuk penyembuhan psikologis masyarakat.
“Organisasi kepemudaan juga bisa memberikan motivasi dan semangat agar masyarakat kembali bangkit,” harapnya.
Sebelumnya, Gus Irawan mengatakan, tahun ini cukup berat bagi Kabupaten Tapsel untuk memulihkan keadaan pasca bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. Berdasar hasil kajian R3P, lebih dari 3.000 Hektare sawah terdampak bencana.
Selain itu, tercatat 2.146 unit rumah masyarakat mengalami kerusakan. Rinciannya, 188 unit rusak ringan, 126 sedang, dan 1.832 unit berat. Sementara, 7.000 jiwa terdampak dan lebih dari 6.000 debitur BRI juga merasakan dampaknya.
Ia menambahkan, dampak bencana ini turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebelum bencana terjadi, seluruh indikator makro ekonomi Tapsel masih dalam kondisi baik.
Namun setelah bencana terjadi, pertumbuhan ekonomi daerah mengalami penurunan hingga tersisa 2,4 persen pada triwulan IV 2025. Sehingga, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Tapsel pada akhir 2025 tercatat di angka 4,39 persen.
Bupati juga menginformasikan bahwa, Pemkab Tapsel saat ini menggelar Safari Ramadan ke seluruh wilayah Kecamatan. Maka, ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta dukungan seluruh Ormas dan OKP yang selama ini turut berkontribusi membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana di Tapsel.
Sementara itu, mewakili tokoh Ormas dan OKP, Sulaiman Harahap, menyampaikan bahwa persatuan antara Ulama dan Umara merupakan kekuatan besar dalam membangun masyarakat.
“Apabila dua kelompok ini bersatu dan kompak, yaitu Ulama dan Umara, maka masyarakat akan kuat. Semoga, iman dan takwa kita semakin bertambah dan masyarakat Tapanuli Selatan semakin kompak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, tausiyah Ramadan disampaikan Asef Syafa’at Siregar yang mengingatkan, bulan Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Melalui ibadah puasa ini, umat Islam merasakan hal yang sama, yaitu lapar dan dahaga. Ini mengajarkan seorang insan beriman agar dapat saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
“Dengan banyaknya organisasi yang hadir, mari kita bersatu sesuai profesi dan organisasi masing-masing untuk mempersatukan umat,” pesannya.
Agenda silaturahmi tersebut, terlihat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam upaya membangun daerah.
Melalui kegiatan ini pula, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Ulama, tokoh masyarakat, serta OKP semakin kuat dalam mendukung pemulihan dan kebangkitan Kabupaten Tapsel pasca bencana.
Kegiatan buka puasa bersama ini turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Ny Asri Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli PKK Ny Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Sofyan Adil Siregar, Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD serta para Kabag di lingkungan Setdakab.
Hadir pula berbagai Ormas mulai MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Jam’iyatul Washliyah, pimpinan Pondok Pesantren, IPHI, Perti, FKDT, BAZNAS, BKMT, PKK Tapsel, Pujakesuma, Alim Ulama, PSPSU, FKUB, BKPRMI, FKMDT, Muslimat NU, Aisyiyah, MTPI, dan IPI.
Selain itu, organisasi kepemudaan yang hadir antara lain, KNPI, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, LMP, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Forkala, Dewan Kesenian, PPASN, KONI, KTNA, GMSI, KAHMI, IPK, Grib Jaya, FKPPI, Mapan RI, Pemuda Panca Marga, AMPI, NNB, Pemuda Batak Bersatu, Khidmat, serta IMM. (Rel/Reza FH)















