PIONERNEWS.COM, MEDAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengaku bahwa sebetulnya negara menyiapkan banyak dana siap pakai yang dikelola pemerintah pusat. Namun, untuk memperoleh dana itu, terkhusus untuk penanganan pasca bencana, harus ada upaya maksimal dari pemerintah daerah.
“Dana itu harus kita ‘jolok’. ‘Menjoloknya’ tidak bisa pakai galah. Ya harus pakai data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi,” ujar Gus Irawan saat merespon kecepatan bantuan yang diterima warga Tapsel penyintas bencana pada akhir tahun lalu, Rabu (01/04/2026).
Lebih jauh, Gus Irawan menerangkan, kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel, diakuinya begitu luar biasa. Mewakili masyarakat yang terdampak bencana, Gus Irawan juga mengaku merasakan betul kehadiran negara dan mengucapkan terimakasih.
“Terbukti, dari pejabat negara, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, para Menteri Kabinet Merah Putih, bahkan ada yang berulang kali datang. Kita mengerti, kehadiran mereka untuk mengecek situasi dengan base on data dan evidence base yang kita punya,” kata Gus Irawan.
Berangkat dari perhatian pemerintah yang sangat besar itu, menurut Gus Irawan menjadi motivasi tersendiri baginya selaku Kepala Daerah dan jajaran. Ia menilai, jangan sampai, pejabat atau orang luar Tapsel lebih bersungguh-sungguh menangani bencana di daerahnya.
“Mereka sifatnya membantu, justru kita di Tapsel yang paling bertanggungjawab atas situasi tersebut. Kalau orang mau membantu, maka semangat kita harus dua kali lipat dari mereka yang mengulurkan bantuan,” jelas Gus Irawan.
“Nah, ini negara membantu, NGO juga banyak mengulurkan tangan, banyak organisasi. Tentu itu selalu jadi bahan saya bahwa mereka membantu karena didorong rasa kemanusiaan. Jangan kemudian kita yang di daerah kalah semangat dengan mereka yang membantu,” tambahnya.
Gus Irawan menyatakan hal itulah yang kemudian membuatnya mengeksplore data semaksimal mungkin yang tervalidasi dan terverifikasi. Apalagi, terkait berbagai bantuan-bantuan dari Mendagri, Tito Karnavian.
“Waduh, mungkin di awal-awal bencana kita hampir tiap hari zoom (meeting). Kemudian setelah beliau Kasatgas kita komunikasi lebih intens lagi. Pak Mendagri selalu mengingatkan data, data, dan data. Kesungguhannya luar biasa,” tegas Gus Irawan.
Ia mengaku bahwa, Mendagri sudah tak terhitung berapa kali datang ke Tapsel. Begitu juga dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang rutin meninjau dampak bencana Tapsel.
Bukan hanya soal bantuan hunian, tapi juga terkait pengelolaan air minum sampai diperhatikan betul oleh para Menteri tersebut. Bahkan, seharusnya hari libur, para Menteri tersebut malah memilih berkunjung ke Tapsel.
“Di hari libur, hari Minggu, Hari Raya Imlek datang. Itu menunjukkan kesungguhan. Jangan pula orang dari pusat, NGO, dan organisasi lain lebih bersungguh-sungguh menyelesaikan bencana ini daripada kami yang di daerah. Karena sesungguhnya yang paling bertanggungjawab adalah kita sendiri di Tapsel,” ungkapnya.
Jadi, kata Bupati, bantuan-bantuan yang datang itu merupakan motivasi bagi Tapsel apalagi ketika Yayasan Tzu Chi Indonesia turut membantu rumah hunian tetap (Huntap). Diakuinya, inisiatif awalnya terkait hal ini datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait.
“Pak Menteri (PKP) ini dari awal bencana dulu sudah mengajak kita zoom, melibatkan berbagai Kementerian,” cetusnya.
Jadi, terangnya, keterlibatan Yayasan Tzu Chi Indonesia ini merupakan inisiatif dari Menteri PKP yang kemudian menggalang bantuan untuk bergotong-royong. Bagi pemerintah daerah, langkah ini tentu sangat membantu.
“Coba apa urusannya misalnya Yayasan Buddha Tzu Chi membantu pembangunan rumah tapi Menteri Maruarar memfasilitasinya. Bukan uang kecil yang mereka bawa. Ada 227 rumah (Huntap) yang mereka bantu,” tutur Gus Irawan.
Dengan demikian, pihaknya merasa punya tanggungjawab moral yang lebih besar atas perhatian dari berbagai pihak yang telah mengulurkan bantuan ke korban bencana di Tapsel.
Ketika ditanya soal kebiasan instansi pemerintah yang lemah dalam data tapi kemudian Tapsel bisa mengubahnya, Gus Irawan juga memaparkan beberapa langkah yang ia dilakukan. Soal data, menurutnya, terlebih dahulu harus valid. Caranya, ia kemudian turun langsung ke seluruh jajaran pemerintahan.
“Saya sampaikan pesan bahwa semua harus terdata dan dipertanggungjawabkan. Di tingkat Dusun dan Desa pun saya turun. Kemudian rekap data di Kecamatan. Dari Kecamatan kemudian masuk kabupaten,” terangnya.
Gus Irawan menyatakan, setiap pegawai pemerintahan harus berjuang optimal memenuhi data masyarakat terdampak. Ia selalu berpesan kepada seluruh aparatur pemerintahan, makin cepat dinaikkan data, maka negara kian lebih cepat pula hadir.
Dengan begitu, ketika APBN sudah turun akan semakin cepat pula masyarakat mengatasi kesulitannya. Dalam penanganan bencana ini, pihaknya memperjuangkan warga dengan data akurat dengan mem-validasi ulang.
“Setelah bantuan diterima pun, kita cross check lagi ke penerima bantuan sampai atau tidak,” ucapnya.
Sebagai Kepala Daerah, dia bahkan sudah mewanti-wanti bawahannya, kalau ternyata ada penyimpangan bantuan atau tak tepat sasaran, sanksi hukum pidana akan segera menanti. Artinya, jangan sampai coba-coba atau bermain-main dengan bantuan, seban itu ranahnya pidana.
Ia bahkan sudah mewanti-wanti hal itu sejak awal. Kendati demikian, Bupati tak menampik adanya penyimpangan data minor, namun ia segera verifikasi lagi di tahap kedua nanti. Misalnya, jika ada warga yang belum mendapat bantuan nanti, kemudian nanti akan diusulkan berikutnya.
Ia memastikan, semua bantuan agar tersalur tepat sasaran untuk pengungsi. Kalau di dalam perjalanan ada orang yang belum terdata akan dimasukkan di tahap kedua. Terkait jumlah bantuan Huntap yang akan diterima warga, akunya, nantinya akan mencapai 1.801 unit.
Progres pembangunannya akan terus berlanjut sampai kemudian semua mendapatkan Huntap. Dia merinci, dari proses pembangunan itu ada 200 unit Huntap yang in-situ lalu ada 133 eks-situ mandiri serta 1.444 yang terpusat.
Jadi totalnya, sudah 1.777 unit. Tapi, nanti ada tambahan 24 unit lagi sebab ada data baru. Sehingga, totalnya menjadi 1.801 unit. Menurut dia, ini nanti termasuk stimulan perbaikan rumah rusak berat.
Sebagai informasi perhatian dari berbagai pihak dalam penanganan pasca bencana di Tapsel, begitu besar. Presiden Prabowo Subianto, para Menteri, BNPB, TNI-Polri, Gubernur Sumatera Utara M Bobby Afif Nasution, hingga NGO, bahu-membahu menyalurkan bantuan ke Kabupaten Tapsel pasca dilanda bencana.
Perhatian, dorongan, pendampingan dan bantuan BNPB juga sangat besar, termasuk dari Gubernur Sumatera Utara. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto, rela mengikuti pergantian malam tahun baru di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel.
Teranyar, berkat ketepatan data yang dimiliki Pemkab Tapsel, Gus Irawan juga menuai pujian dari dua petinggi pusat sekaligus yaitu, Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait, saat berkunjung menyerahkan 120 kunci rumah hunian tetap di Desa Hapesong Tapsel pekan lalu. (Rel/Reza FH)














