PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 120 unit hunian tetap (Huntap) tahap I di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini telah rampung dan sebagian besar telah ditempati warga terdampak bencana. Bahkan, peresmian 120 unit Huntap sebelumnya, turut dihadiri Mendagri serta Menteri PKP RI bersama jajaran pemerintah pusat.
“Hari ini kita lanjutkan pembangunan (Huntap) tahap II sebanyak 107 unit lagi. Dan nanti akan ditambah 227 unit lagi, sehingga total ada 454 unit,” kata Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kontrak pembangunan Huntap tahap II pasca bencana antara Yayasan Tzu Chi Indonesia dengan CV Reynand Utama di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Selasa (28/04/2026).
Menurut Bupati, pembangunan Huntap tahap II merupakan bentuk kolaborasi luar biasa antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan di Indonesia. Ia berharap, pembangunan Huntap tahap II dapat diselesaikan lebih cepat dari target kontrak empat bulan, apabila kondisi cuaca mendukung.
Ia menambahkan, Tapsel menjadi daerah pertama di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang berhasil meresmikan Huntap dalam program rehabilitasi pasca bencana, sehingga mendapat apresiasi dari berbagai pihak di tingkat nasional.
Bupati menjelaskan, pembangunan Huntap tahap II diperuntukkan bagi masyarakat dari dua lokasi relokasi, yakni warga Desa Simatohir (Dusun Rambangan). Dan juga Desa Panobasan Lombang (Dusun Lobu Uhom) yang berada di dua kecamatan berbeda.
Lebih lanjut, Gus Irawan menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus menyediakan rumah layak huni. Tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan ekonomi masyarakat pasca bencana. Jadi, tantangan terbesar saat ini, mengembalikan masa depan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
“Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi warga penerima Huntap,” jelasnya.
Pemkab Tapsel, kata dia, berencana memberikan bantuan kolam bioflok untuk budidaya ikan lele maupun nila kepada warga penerima Huntap. Hasil produksi nantinya, akan didukung pemasaran melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off-taker.
Selain itu, masyarakat juga akan didorong melakukan pola tanam tumpang sari jagung di lahan sekitar permukiman dengan jaminan akses pasar yang difasilitasi pemerintah daerah.
Bupati turut menyampaikan bahwa seluruh warga terdampak bencana saat ini sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. Sebelum Hari Raya Idulfitri lalu, seluruh masyarakat telah menempati hunian sementara (Huntara) maupun Hunap yang disediakan pemerintah dan mitra kemanusiaan.
Sebelumnya, Gus Irawan mengapresiasi dan bersyukur atas komitmen kemanusiaan Yayasan Tzu Chi Indonesia yang terus hadir membantu masyarakat Tapsel sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tzu Chi Sumut, Mujianto, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan Huntap tahap II. Ia berharap, dukungan penuh pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan sarana pendukung. Agar, proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.
“Kami optimistis pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga masyarakat segera menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman,” tegas Mujianto.
Sebagai informasi, penandatanganan perjanjian kerja kontrak tersebut menandai dimulainya pembangunan Huntap tahap II sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Tapsel.
Kesepakatan kerja dilakukan antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia selaku pihak pemberi bantuan dengan CV Reynand Utama sebagai pelaksana pembangunan, serta disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai BP3KP Sumut Wahyu Adi Satriawan, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel Rocky AP Gultom, Direktur CV Reynand Utama Ria Marianti, Asisten III Setdakab Trianta, Kepala Dinas PUPR Fahri Ananda, Kalaksa BPBD Zulkarnain Siregar, serta Camat Batang Toru Maratinggi Siregar. (Rel/Reza FH)













