Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukumPadangsidimpuanSumut

Kalapas Padangsidimpuan Inisiasi Layanan Doorsmeer, Warga Binaan Jadi Produktif

223
×

Kalapas Padangsidimpuan Inisiasi Layanan Doorsmeer, Warga Binaan Jadi Produktif

Sebarkan artikel ini
Warga binaan tampak cekatan menyuci kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil roda empat
Warga binaan tampak cekatan menyuci kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil roda empat. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUANKoperasi Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan menghadirkan inovasi baru dengan membuka layanan pencucian kendaraan bermotor atau doorsmeer, yang melayani sepeda motor hingga mobil roda empat. Program ini menjadi salah satu upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar tetap produktif selama menjalani masa pidana.

Saat wartawan meninjau langsung lokasi doorsmeer pada Senin (06/04/2026), tampak sejumlah warga binaan yang telah dinilai berperilaku baik dan mendapat kepercayaan dari petugas, bekerja dengan cekatan mencuci kendaraan. Mereka terlihat terampil, mulai dari proses penyabunan, penyikatan, hingga pembilasan kendaraan milik pelanggan.

Layanan doorsmeer tersebut terbuka untuk umum, khususnya bagi para pengunjung Lapas yang hendak menjenguk keluarga. Kehadiran fasilitas ini pun disambut positif karena memberikan kemudahan sekaligus nilai tambah bagi masyarakat yang datang ke Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, mengatakan bahwa inisiatif pendirian doorsmeer ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menghadirkan program pembinaan yang kreatif dan berdampak nyata.

“Program ini tidak hanya sekadar kegiatan mengisi waktu, tetapi menjadi sarana pembelajaran keterampilan kerja bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberanian untuk menginisiasi doorsmeer ini didasari oleh keinginan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif dan humanis. Ia menilai, warga binaan perlu diberikan ruang untuk berkembang serta kesempatan menunjukkan perubahan perilaku yang positif.

“Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan diajak untuk bertanggung jawab, disiplin, serta bekerja sama. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karakter,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap program doorsmeer ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat luas. Dengan keterampilan yang dimiliki, para warga binaan diharapkan mampu mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti.

“Inilah salah satu bentuk nyata bahwa Lapas tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai wadah pembinaan. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka bisa kembali ke masyarakat dan diterima dengan perilaku yang lebih baik,” pungkasnya.

Inovasi ini pun menjadi cerminan kreativitas dan kepedulian pimpinan Lapas dalam membangun sistem pembinaan yang adaptif, sekaligus memberikan harapan baru bagi warga binaan untuk masa depan yang lebih positif. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *