Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Jadi Mesin Ekonomi Baru, Gus Irawan: Gerakan Seribu Kolam Harus Berlanjut

203
×

Jadi Mesin Ekonomi Baru, Gus Irawan: Gerakan Seribu Kolam Harus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, dan lainnya saat panen ikan sebagian di kolam Pokdakan masyarakat di Desa Parsalakan
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, dan lainnya saat panen ikan sebagian di kolam Pokdakan masyarakat di Desa Parsalakan. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa, gerakan seribu kolam yang digagasnya, bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi harus menjadi strategi jangka panjang membangun ekonomi desa berbasis pangan dan perikanan.

Menurutnya, keberhasilan budidaya ikan lewat gerakan seribu kolam ini hanya bisa tercapai apabila dikelola secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan indukan, pembibitan mandiri, hingga pemasaran hasil panen.

“Program ini jangan berhenti sekali jalan. Harus berkesinambungan,” tegas Gus Irawan di sela panen sebagian di kolam Pokdakan masyarakat di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, pada Selasa (19/05/2026).

Bahkan, menurut Gus Irawan, bila perlu, akan disiapkan indukan sendiri agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan bibit. Namun begitu, menurutnya kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi budidaya ikan dengan pertanian jagung agar lahan tidak produktif dapat dimanfaatkan sepanjang tahun, sangatlah penting.

Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah tengah mendorong pembiayaan usaha produktif melalui skema kredit berbunga nol persen guna membantu masyarakat memperluas usaha perikanan maupun pertanian.

“Jadi, tidak boleh ada lahan tidur. Semua harus produktif. Kalau sawah hanya tanam sekali setahun, setelah panen kita dorong tanam jagung atau usaha lain agar ekonomi masyarakat terus bergerak,” ujarnya.

Selain budidaya kolam, kata dia, pemerintah daerah juga berencana melakukan restocking ikan di sungai melalui programĀ lubuk larangan, sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus membuka potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut, Rahmat Rayyan Nasution, yang turut hadir dalam kegiatan itu, juga mengapresiasi atas berkembangnya Pokdakan masyarakat Angkola Barat yang dinilainya mampu menjadi model ekonomi desa berbasis komunitas.

Ia menegaskan pihaknya siap memperjuangkan dukungan anggaran dan infrastruktur agar program perikanan rakyat dapat berkembang lebih luas.

“Kami di DPRD Provinsi Sumatera Utara siap berkolaborasi agar program ini terus meningkat, baik di sektor perikanan maupun pembangunan infrastruktur pendukung,” katanya.

Sedangkan Ketua Pokdakan masyarakat Angkola Barat, Herman Harahap, menjelaskan kelompok tersebut terbentuk sejak tahun 2024 sebagai gerakan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.

Melalui gerakan seribu kolam yang diterima pada akhir 2025, anggota kelompok mulai merasakan manfaat ekonomi, meski belum signifikan.

Menurutnya, hasil panen rutin telah membantu anggota memenuhi kebutuhan harian dan menambah pendapatan keluarga.

“Memang belum besar, tapi sekarang anggota sudah punya aktivitas produktif. Setidaknya setiap bulan ada hasil yang bisa dibawa pulang,” ungkapnya.

Terakhir, Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Saiful AP Nasution, melaporkan, bantuan kepada Pokdakan masyarakat Angkola diserahkan pada Desember 2025 berupa sekitarĀ 15 ribu ekor bibit ikan mas dan nila, perlengkapan budidaya, serta optimalisasi belasan kolam sesuai standar budidaya ikan yang baik.

Sebagai infotmasi, program ini juga menjadi lokasi praktik lapangan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta yang tengah menjalani kegiatan PKL di wilayah Tapsel. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *