PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Upaya memperkuat pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel). Salah satunya melalui penjajakan kerja sama strategis dengan PT Agincourt Resources (PTAR) Batang Toru.
Penjajakan kerja sama ini harapannya dapat membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terarah, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat PTAR di Batang Toru, pada Sabtu (30/05/2026), jadi forum penting bagi kedua belah pihak untuk menyamakan persepsi.
Dalam pertemuan ini juga dibahas berbagai peluang sinergi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Tapsel. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari implementasi amanat Undang-undang No.23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.
Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, menjelaskan bahwa, keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan zakat melalui lembaga resmi dapat memperkuat efektivitas penyaluran manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sinergi antara Baznas dan dunia usaha sangat penting untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara profesional, akuntabel, serta tepat sasaran sesuai syariat Islam dan ketentuan negara,” ujarnya.
Jon Sujani menegaskan, Baznas hadir untuk menawarkan kemitraan yang saling menguntungkan dan memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Pihaknya menghargai komitmen PTAR untuk melakukan kajian secara mendalam terhadap skema yang kami tawarkan.
“Harapannya, jika kerja sama ini terwujud, manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Tapanuli Selatan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, manajemen PTAR menyambut positif kehadiran rombongan Baznas Tapsel dan mengapresiasi pemaparan mengenai tata kelola zakat modern yang disampaikan.
Manager Human Resources PTAR, Stanley, menilai pertemuan tersebut memberikan wawasan baru terkait pengelolaan zakat dan integrasinya dengan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami sangat menghargai silaturahmi ini. Isu kewajiban zakat dan tanggung jawab sosial adalah pilar yang sangat penting bagi perusahaan. Penjelasan dari Ketua Baznas Tapsel memberikan cakrawala baru bagi kami, terutama terkait integrasi nilai-nilai religius dalam operasional perusahaan,” ungkap Stanley.
Dalam diskusi tersebut, Baznas Tapsel turut memaparkan sejumlah aspek penting yang dapat menjadi dasar kerja sama, di antaranya mekanisme penghitungan zakat perusahaan dan penghasilan karyawan yang transparan. Kemudian, pemanfaatan zakat sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP).
Serta, berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dapat diprioritaskan di wilayah lingkar tambang. Program-program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi produktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Audiensi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga langkah awal dalam merancang model kolaborasi yang lebih komprehensif antara kedua lembaga. Sebagai tindak lanjut, PTAR akan melakukan pendalaman terhadap konsep yang dipaparkan, sementara Baznas Tapsel menyiapkan dokumen pendukung sebagai referensi teknis.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan diskusi pada tingkat yang lebih teknis guna mematangkan rencana implementasi kerja sama di masa mendatang.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, sinergi antara Baznas Tapsel dan PTAR diharapkan mampu jadi salah satu penggerak penguatan ekonomi syariah dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. (Reza FH)













