Example floating
Example floating
BeritaDaerahSumutTapanuli Selatan

Baznas Tapsel Kembangkan Pertanian Berbasis Zakat, Mustahik Didorong Mandiri

599
×

Baznas Tapsel Kembangkan Pertanian Berbasis Zakat, Mustahik Didorong Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, bersama Kelompok Tani dan Yayasan Marsada Angkola Timur, menandatangani MoU kerjasama tripartit disaksikan Bupati Gus Irawan Pasaribu didampingi Ketua PKK Ny Murni Gus Irawan
Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, bersama Kelompok Tani dan Yayasan Marsada Angkola Timur, menandatangani MoU kerjasama tripartit disaksikan Bupati Gus Irawan Pasaribu didampingi Ketua PKK Ny Murni Gus Irawan. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan menghadirkan terobosan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif.

Program pemberdayaan ini memakai skema kerja sama tripartit, yang diarahkan untuk mempercepat transformasi mustahik (penerima) menjadi muzakki (pemberi) zakat.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang digelar saat Grand Opening SPPG Bintuju di Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan, jajaran pejabat daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Skema kerja sama tripartit ini melibatkan tiga pilar utama.

Tiga pilar utama itu yakni, Baznas Tapsel sebagai penyedia modal kerja melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), kelompok tani mustahik sebagai pelaku usaha di sektor pertanian sayur dan buah, serta Yayasan Marsada Angkola Timur sebagai off-taker yang akan menyerap dan membeli hasil panen.

Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati mengapresiasi inovasi yang dilakukan Baznas Tapsel. Pemerintah daerah, katanya, sangat mendukung model pemberdayaan semacam ini karena dinilai sebagai solusi konkret dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di daerah.

Sementara itu, Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, menjelaskan bahwa, sektor produktif yang menjadi fokus program ini meliputi pertanian, khususnya komoditas sayur-mayur dan buah-buahan.

Kata Jon, skema tripartit ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan program melalui sistem pengawasan dan pendampingan yang terintegrasi.

Pemanfaatan ZIS di sektor produktif melalui perjanjian ini memastikan bahwa modal yang diberi ke mustahik dapat dikelola secara profesional.

“Pihak ketiga akan membantu dari sisi pemasaran, sementara Baznas Tapsel berperan sebagai penyedia permodalan bagi kebutuhan petani,” jelasnya.

Melalui implementasi program ini, diharapkan akan terbentuk ekosistem perekonomian berbasis pedesaan yang kuat dengan memberdayakan kelompok tani mustahik.

“Integrasi antara permodalan, produksi, dan pemasaran diyakini mampu mendorong percepatan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya menutup. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *