Example floating
Example floating
BeritaDaerahSumutTapanuli Selatan

Bupati Tapsel Siapkan Strategi Bangkit Pulihkan Kolam Ikan Terdampak Bencana

135
×

Bupati Tapsel Siapkan Strategi Bangkit Pulihkan Kolam Ikan Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat diwawancarai awak media usai panen ikan mas sebagian di KAT Pokdakan Panompuan Jae Bangkit di Kecamatan Angkola Timur
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat diwawancarai awak media usai panen ikan mas sebagian di KAT Pokdakan Panompuan Jae Bangkit di Kecamatan Angkola Timur. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Sejumlah kolam ikan yang termasuk dalam program Gerakan Seribu Kolam yang digagas Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, tak luput dari kerusakan hingga gagal panen akibat bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.

Guna memulihkan kolam-kolam ikan yang turut terdampak akibat bencana, Pemkab Tapsel kini terus berupaya melakukan pemulihan, sekaligus menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak agar kembali bangkit.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri panen ikan mas sebagian di kolam air tenang (KAT) Pokdakan Panompuan Jae Bangkit di Kecamatan Angkola Timur, Selasa (05/05/2026) siang, bersama Dinas Perikanan dan jajaran.

Kepada wartawan, Bupati menjelaskan bahwa, sebagian dari program Gerakan Seribu Kolam juga mencakup optimalisasi Lubuk Larangan. Namun, bencana yang melanda sejumlah wilayah Tapsel menyebabkan beberapa lokasi unggulan mengalami kerusakan parah dan gagal panen.

“Sebagian dari Gerakan Seribu Kolam itu ada Lubuk Larangan yang kita optimalisasi dan memang saat bencana di Kabupaten Tapsel melanda, memang ada yang gagal panen. Sebagai contoh, Sungai Garoga di Kecamatan Batang Toru, itu bagus sekali Lubuk Larangannya sebelum terjadi bencana,” ujar Gus Irawan.

Ia menegaskan bahwa, Lubuk Larangan di Sungai Garoga menjadi salah satu contoh lokasi yang terdampak serius.

“(Lubuk Larangan) Sungai Garoga, tentu gagal (panen) ya (akibat bencana),” tambahnya.

Selain Batang Toru, dampak serupa juga terjadi di sejumlah kecamatan lain yang menjadi bagian dari optimalisasi Gerakan Seribu Kolam, seperti Angkola Selatan, Angkola Sangkunur, Batang Angkola, Sayurmatinggi, hingga Sipirok.

“Kolam binaan Dinas Perikanan Tapsel di Batang Angkola itu juga terdampak, karena sedimen air (banjir) menutupi semua bagian kolam,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Tapsel telah mengusulkan program pemulihan kolam-kolam terdampak ke Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan di tingkat pusat.

“Kemarin, kita (gelar) rapat ABT (anggaran biaya tambahan) terkait dampak bencana, baik itu (pemulihan) kolam ataupun untuk (membantu) nelayan juga ada,” katanya.

Tak hanya fokus pada pemulihan, Pemkab Tapsel juga menyiapkan langkah konkret untuk membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Salah satunya melalui pengadaan kolam bundar sebanyak 2.000 unit yang telah dialokasikan dalam APBD.

“Kepada para warga terdampak kemarin, yang paling mudah kita lihat dan pemasarannya juga ada, kami sudah siapkan di APBD sebetulnya kolam bundar sebanyak 2.000 unit bagi korban-korban bencana nanti. Terutama, bagi mereka yang sudah kehilangan mata pencaharian akibat bencana,” ungkapnya.

Dalam tahap awal, bantuan akan difokuskan kepada warga yang tinggal di hunian tetap (huntap) Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru.

“Nanti akan kita dahulukan (bantuannya) sebanyak 227 unit di Huntap Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Artinya, setiap rumah tangga itu kita bagi satu unit kolam bundar,” jelasnya.

Pemkab Tapsel juga mendorong masyarakat penerima bantuan untuk membudidayakan ikan yang memiliki pasar jelas, seperti lele dan nila, terutama untuk mendukung kebutuhan program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita dorong nanti mereka memelihara ikan yang pemasarannya menyasar ke dapur MBG misalnya, lele dan nila,” pungkasnya menutup. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *