PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Kisah pilu Tuti Daulay, warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, yang harus ditandu warga sejauh lebih kurang 30 Km saat hendak melahirkan, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu.
Pada Selasa (12/05/2026) siang, Gus Irawan, dan jajaran mendatangi langsung Tuti Daulay yang masih menjalani masa pemulihan di rumah saudaranya di Pinang Nabaris, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel.
Dalam pertemuan itu, Gus Irawan menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami Tuti, yang harus kehilangan bayinya setelah tiba di RSUD Sipirok.
Peristiwa ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah Tuti Daulay ditandu beramai-ramai oleh warga dari Dusun Aek Nabara menuju rumah sakit dengan menempuh perjalanan sekitar 30 Km melalui medan yang berat.
Menurut Gus Irawan, Pemkab Tapsel memahami kondisi sulit yang dihadapi masyarakat di Desa Dalihan Natolu. Oleh karenanya, kondisi jalan yang sangat sulit untuk dilalui itu, pernah diajukan oleh pihaknya untuk masuk dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2025.
“Kami memang mengerti situasi di sana sangat berat. Karena itu, untuk program TMMD 2025 (akses jalan di sana) sudah diajukan. Desa Dalihan Natolu ini berada di kawasan hutan lindung, sehingga kami tidak punya kewenangan (terhadapnya),” ujarnya.
Selain TMMD, menurut Gus Irawan, Pemkab Tapsel juga telah mengupayakan pembukaan akses jalan di sana melalui program Karya Bhakti bersama TNI di 2025 lalu. Bahkan, pihaknya sudah memohon izin ke Kementerian Kehutanan.
“Dengan program TMMD dan Karya Bhakti, 2025 sudah kami rencanakan dan memohon izin ke kehutanan, tapi tidak diberi izin. Sehingga, program ini tertunda,” imbuhnya.
Gus Irawan juga mengakui, Desa Dalihan Natolu merupakan salah satu wilayah dengan medan paling sulit di Tapsel. Oleh karena ia belum pernah meninjau langsung keadaan akses jalan di Desa Dalihan Natolu, Bupati pun mengaku akan langsung datang ke sana.
“Yang paling berat medannya itu adalah Desa Dalihan Natolu. Di samping memang medannya yang berat. Saya terus terang belum pernah ke sana. Makanya setelah dari sini, saya akan pergi ke sana untuk melihat situasi dan faktanya,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, peristiwa ini juga menyingkap minimnya fasilitas kesehatan di Dusun Aek Nabara. Keterbatasan sarana kesehatan dan tenaga medis membuat warga harus berjalan kaki saat membutuhkan pertolongan medis.
Menanggapi hal tersebut, Gus Irawan menyebut bahwa, pemerintah daerah telah menambah 15 pos kesehatan desa di Tapsel. Di Desa Dalihan Natolu juga, pihaknya akan membuat pos kesehatan, yang mungkin masih terbatas fasilitasnya, agar bisa dirujuk ke rumah sakit.
“Nah, koneksivitasnya yang paling utama. Karena selama ini masyarakat yang keluar dari sana berjalan kaki,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga memberi tali asih ke Tuti sebagai penghibur atas musibah yang dialaminya. Usai menjenguk Tuti, Gus Irawan bersama rombongan, langsung bertolak ke Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, guna melihat kondisi akses jalan di sana.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang sempat viral, Tuti terlihat ditandu oleh warga beramai-ramai sejauh lebih kurang 30 Km menuju RSUD Sipirok, Sabtu (09/05/2026) lalu. Tuti yang hendak melahirkan terpaksa ditandu, karena persalinan tak bisa dilakukan di Dusun Aek Nabara.
Dari pengakuan suami Tuti, Rinto Aritonang, kondisi janin yang berada di dalam kandungan istrinya ternyata sudah meninggal dunia. (Rel/Reza FH)













