Example floating
Example floating
BeritaDaerahSumutTapanuli Selatan

Kunjungi Rumah Korban Longsor, Gus Irawan Pastikan Pemkab Tapsel Hadir Membantu

179
×

Kunjungi Rumah Korban Longsor, Gus Irawan Pastikan Pemkab Tapsel Hadir Membantu

Sebarkan artikel ini
Isak tangis keluarga pecah saat Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, datang ke rumah korban longsor di Batang Toru
Isak tangis keluarga pecah saat Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, datang ke rumah korban longsor di Batang Toru. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti keluarga Gulo, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mendatangi rumah duka korban longsor di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batang Toru, Selasa (19/05/2026) petang.

Kehadiran orang nomor satu di Tapsel itu, menjadi bentuk empati sekaligus memastikan pemerintah daerah akan memberikan perhatian kepada anak-anak korban yang kini kehilangan tulang punggung keluarga.

Korban dalam musibah tersebut adalah Yasine Gulo dan putra sulungnya, Sariman Gulo, yang tertimbun material longsor akibat hujan deras pada Senin (18/05/2026) sore.

Gus Irawan bersama rombongan, tiba sekitar pukul 18.00 WIB. Setibanya di lokasi, ia langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan melihat langsung jenazah Yasine Gulo di rumah duka.

Selanjutnya, Gus Irawan berbincang dengan Oktavianus Gulo, anak ketiga Yasine, untuk mengetahui kronologi peristiwa yang merenggut nyawa ibu dan kakaknya tersebut.

Berdasarkan penuturan Oktavianus, Yasine dan Sariman pergi ke belakang rumah yang berjarak sekitar 100 meter untuk memperbaiki aliran air yang masuk ke rumah akibat hujan deras.

Namun, tak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari arah bukit. Material tanah bercampur batang-batang pohon karet yang terseret longsor langsung menyapu area belakang rumah, termasuk lokasi tempat Yasine dan Sariman berada.

Usai mendengar penjelasan keluarga, Gus Irawan meninjau lokasi longsor di belakang rumah. Di sana terlihat timbunan lumpur tebal dan sejumlah pohon karet tumbang. Sebuah alat berat juga masih bekerja untuk mencari Sariman yang hingga saat itu belum ditemukan.

Atas musibah tersebut, Gus Irawan menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Baginya, kejadian ini merupakan sesuatu yang tak terduga sama sekali.

“Kemarin hujannya deras. Ada parit kecil mungkin yang menyumbat sehingga air masuk ke rumah,” ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, Sariman lebih dulu menuju ke belakang rumah, disusul Yasine, untuk mengalihkan aliran air agar tidak masuk ke rumah. Saat itulah longsor tiba-tiba datang dari atas bukit dan menghantam seluruh area.

Gus Irawan mengaku mendapat kabar duka ini kemarin malam. Setelahnya, ia langsung berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan pencarian dengan mendatangkan alat.

“Cuma, ya terbatas jalan ke lokasi rabat beton ini cukup kecil. Hanya alat berat yang bisa masuk,” ujarnya.

Yasine Gulo, selama ini berperan sebagai ibu sekaligus kepala keluarga sejak suaminya meninggal dunia pada 2014 silam. Musibah longsor kini kembali membawa duka bagi keluarga tersebut.

Sariman, sebagai anak sulung, dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia menjadi penopang ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu bank di Sibolga.

Kini, Oktavianus Gulo harus memikul tanggung jawab besar untuk menghidupi enam adiknya setelah kehilangan ibu dan kakaknya. Ia mengaku belum mengetahui bagaimana harus melanjutkan kehidupan.

Terlebih, anggota keluarga lainnya juga diminta meninggalkan rumah karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Selama ini, Yasine bekerja sebagai penjaga kebun milik seorang majikan di lahan karet yang berada tepat di belakang rumah mereka.

“Bingung, gak tahu lagi mesti gimana. Toke juga bilang kami harus pindah dari rumah ini. Jangan tinggal di sini lagi karena khawatir ada longsor susulan,” ujarnya.

Ketika bertemu dengan Gus Irawan, Oktavianus yang akrab disapa Via ini memohon perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi keluarganya.

“Tolong perhatikan nasib kami, pak,” pintanya penuh harap.

Menanggapi permohonan tersebut, Gus Irawan menegaskan bahwa, Pemkab Tapsel akan memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban.

“Pasti. Makanya tadi pas kedatangan saya, saat ini masih difokuskan untuk mencari korban. Mudah-mudahan dalam waktu yang gak lama, kami bisa memutuskan apa yang harus berikan bantuan kepada keluarga,” tukasnya. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *