Example floating
Example floating
BeritaDaerahSumutTapanuli Selatan

MBG Hadir! Anak-anak di Tapsel Senang, Bahkan Bisa Request Menu

155
×

MBG Hadir! Anak-anak di Tapsel Senang, Bahkan Bisa Request Menu

Sebarkan artikel ini
Korwil BGN Tapsel, Wan Apriyanti Lubis (kanan) didampingi rekannya, Ifaldy (kiri), saat diwawancarai
Korwil BGN Tapsel, Wan Apriyanti Lubis (kanan) didampingi rekannya, Ifaldy (kiri), saat diwawancarai. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, yaitu makan bergizi gratis (MBG) mulai hadir secara siginfikan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Meski belum menyentuh 100 persen wilayah, kehadiran MBG di Tapsel membuat anak-anak sekolah merasa senang.

Apalagi, berkat inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tapsel, anak-anak sekolah yang di wilayahnya sudah memiliki dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dapat me-request (meminta) menu tertentu kepada penyalur MBG yang nantinya dicatat relawan, untuk direalisasikan.

“Iya, anak-anak juga terkadang me-request menu buah-buahan seperti, anggur atau apel. Tidak melulu semangka atau pepaya, karena mungkin di dekat rumah mereka banyak, ya. Jadi, anak-anak ini sangat senang dan menunggu-nunggu MBG datang,” kata Wan Apriyanti Lubis saat diwawancara, Selasa (05/05/2026) sore.

Wanita yang karib disapa Wan ini turut menjelaskan bahwa, sebanyak 14 SPPG yang bertugas mengelola dapur MBG telah aktif atau beroperasi di wilayah Kabupaten Tapsel. Dan, 14 dapur MBG itu mampu memenuhi gizi 32.167 penerima manfaat dan menyerap 547 petugas.

“Penerima manfaat mulai dari siswa PAUD/TK, SD, SMP, SMA, santri pesantren, sekolah keagamaan, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita,” ungkap Wan lagi.

Wan yang saat itu didampingi rekan kerjanya, Ifaldy, juga menyebut, saat ini, ada sekitar 18 SPPG yang sedang dalam persiapan. Dan untuk daerah 3T (tertinggal, terpencil, terdalam), ada 43 SPPG yang sedang dalam proses pembangunan juga. Targetnya, 75 SPPG.

Salah satu contoh daerah 3T ada di daerah terujungnya Tapsel yakni di Kecamatan Aek Bilah. Di sana, SPPG ada 13 titik, sementara jumlah desa atau kelurahannya hanya 12. Hal ini dikarenakan di satu desa misalnya, ada yang tidak bisa di-counter karena terkendala jarak yang sangat jauh.

“Maka, kita buatlah di satu desa itu dua titik 3T,” terangnya.

Untuk bahan baku dapur, lanjut Wan, pihaknya memprioritaskan yang berasal dari petani lokal maupun UMKM yang ada di sekitar lokasi SPPG. Begitu juga dengan relawan yang bertugas di SPPG, Wan mengaku tidak membolehkan berasal yang dari luar Tapsel.

“Ini memang sejalan dan sesuai dengan arahan Bupati Tapsel, Bapak Gus Irawan Pasaribu. Sejak awal operasional, kita ngambil bahan bakunya dari warga atau UMKM sekitar SPPG,” tuturnya.

Sebagai contoh di Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, banyak petani sayur maupum buah semangka dan melon. Di setiap petani ini akan panen, beberapa hari sebelumnya mereka akan memberi informasi ke dapur MBG untuk ditampung hasil panennya.

“Setelah itu kita masukkan ke menu,” jelasnya.

Wan menambahkan, setiap Sabtu, para ahli gizi yang bertugas di wilayah Tapsel, sudah setoran menu ke Korwil BGN. Hal ini dilakukan untuk melihat siklus menu. Sehingga, menu yang disajikan ke penerima manfaat tidak asal-asalan.

Tak hanya itu, Wan juga senantiasa menekankan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyediaan MBG ini, untuk selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan, kualitas, dan kuantitas gizi makanan.

“Ini selalu saya ingatkan harus kita jaga kualitas dan kuantitas gizi makanan yang kita salurkan,” pungkasnya. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *