Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Gus Irawan Ajak ASN Tapsel Jadi Garda Terdepan Perangi Sampah

245
×

Gus Irawan Ajak ASN Tapsel Jadi Garda Terdepan Perangi Sampah

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, menggerakkan ASN untuk aksi nyata melakukan korve di Alun-alun Pasar Sipirok
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, menggerakkan ASN untuk aksi nyata melakukan korve di Alun-alun Pasar Sipirok. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) memanfaatkan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk menggerakkan ratusan ASN agar turun langsung membersihkan lingkungan, Jumat (05/06/2026).

Melalui kerja bakti bersih lingkungan (korve) yang dipusatkan di kawasan Alun-alun Pasar Sipirok, Pemkab Tapsel mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama. Ia mengingatkan, Presiden dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah di Sentul, Bogor, telah menyerukan gerakan ‘Perang Melawan Sampah’.

“Hal ini, sebagai langkah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Bupati.

Melalui kegiatan korvei ini, Pemkab Tapsel ingin menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, ASN harus menjadi pelopor sekaligus teladan dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik di tengah masyarakat.

Bupati juga menyoroti masih adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, baik di sepanjang ruas jalan maupun kawasan pemukiman. Kondisi ini, kata dia, perlu segera dibenahi agar wajah Kabupaten Tapsel tetap bersih, nyaman, dan sehat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah. Sistem pembuangan terbuka (open dumping) secara bertahap harus ditinggalkan dan digantikan dengan yang lebih modern, efektif, serta ramah lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Semua harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar,” tutupnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapsel, Mahyuddin, mengatakan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk mengambil langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia mengatakan, perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah memicu berbagai bencana alam sekaligus menurunkan daya dukung lingkungan. Salah satu penyebab yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan sampah yang belum optimal.

“Hari ini kita tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga menunjukkan komitmen melalui aksi nyata. Kami berharap kegiatan korve ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Mahyuddin menjelaskan, Kota Sipirok dipilih sebagai lokasi pelaksanaan korve karena merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tapsel. Dari ibu kota kabupaten itu diharapkan semangat menjaga kebersihan dapat menyebar ke seluruh kecamatan dan desa.

Usai apel dan pelepasan peserta, seluruh peserta korve bergerak membersihkan kawasan pasar, ruas jalan, saluran drainase, serta sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Kegiatan mengusung tema, ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’ itu dihadiri Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, Forkopimcam Sipirok, serta ratusan ASN lainnya. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *