Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselPendidikanRilisSumutTapanuli Selatan

Gus Irawan Serukan Generasi Muda Tapsel Jauhi Narkoba

237
×

Gus Irawan Serukan Generasi Muda Tapsel Jauhi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, menyapa para siswa MAN IC Tapsel di sela sosialisasi bertajuk 'Jauhi Narkoba Jadilah Insan yang Berakhlakul Karimah Raih Masa Depan yang Gemilang'
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, menyapa para siswa MAN IC Tapsel di sela sosialisasi bertajuk 'Jauhi Narkoba Jadilah Insan yang Berakhlakul Karimah Raih Masa Depan yang Gemilang'. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba terus diperkuat Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel). Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapsel, Pemkab menggelar sosialisasi bertajuk ‘Jauhi Narkoba Jadilah Insan yang Berakhlakul Karimah Raih Masa Depan yang Gemilang’.

Sosialisasi yang digelar di Aula MAN Insan Cendekia (IC) Tapsel, Kecamatan Sipirok, pada Kamis (18/06/2026) itu, turut dihadiri Bupati Gus Irawan Pasaribu, Ketua Baznas Jon Sujani Pasaribu, jajaran pengurus MUI, para guru, serta ratusan siswa.

Dalam arahannya, Gus Irawan mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Menurutnya, peredaran narkotika saat ini telah menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Oleh karena itu, menurut Gus Irawan, perlu kesadaran dan kewaspadaan bersama untuk melindungi masa depan bangsa. Gus Irawan mendorong para siswa agar tidak menyerah untuk meraih cita-cita melalui pendidikan, prestasi, dan akhlak yang baik.

“Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun karena kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Tapanuli Selatan,” ujar Gus Irawan.

Selain menyoroti bahaya narkoba, Bupati juga menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya mengurangi angka kemiskinan yang menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Tapsel, pemerintah terus melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk memulihkan perekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni, menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 0 persen bagi masyarakat terdampak bencana. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

“Kami sedang membangun ekosistem pertanian terintegrasi. Modal kami siapkan, keterampilan kami tingkatkan, dan pasar juga kami siapkan. Tidak boleh lagi ada alasan tidak berusaha karena tidak memiliki modal. Saat ini tersedia pembiayaan dengan bunga 0 persen untuk membantu masyarakat bangkit,” jelasnya.

Gus Irawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak praktik rentenir maupun pinjaman ilegal yang dapat membebani ekonomi keluarga. Menurutnya, Pemkab Tapsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan terus meningkatkan edukasi keuangan.

“Harapannya, masyarakat lebih cermat dalam mengelola keuangan dan memilih lembaga pembiayaan yang legal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkab terhadap dunia pendidikan. Ia menilai, kehadiran Bupati dan para narasumber memberikan motivasi dan wawasan penting bagi siswa agar mampu menjauhi pengaruh negatif narkoba serta terus meningkatkan prestasi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi para siswa untuk membangun karakter yang kuat, berakhlakul karimah, serta memiliki cita-cita besar demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ketua MUI Tapsel, Ali Sati Rangkuti, dalam kesempatan itu menegaskan, narkoba merupakan ancaman serius karena dapat merusak akal, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dalam memberikan pendidikan, pembinaan moral, dan pengawasan terhadap generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, memberi edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan serta mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal yang dapat merugikan masyarakat. Ia juga mengajak para pelajar untuk memahami pengelolaan keuangan sejak dini dan mewaspadai berbagai bentuk kejahatan finansial.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami bahaya narkoba, memiliki karakter yang kuat dan berakhlakul karimah, serta mampu meraih masa depan yang gemilang demi kemajuan Tapsel dan Indonesia. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *