Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Gus Irawan Ajak Masyarakat Hindari Hutang Berbunga Tinggi

238
×

Gus Irawan Ajak Masyarakat Hindari Hutang Berbunga Tinggi

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, didampingi Ketua Baznas Jon Sujani Pasaribu, saat menyerahkan santunan kepada 20 mustahik dengan nominal masing-masing senilai Rp350 ribu
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, didampingi Ketua Baznas Jon Sujani Pasaribu, saat menyerahkan santunan kepada 20 mustahik dengan nominal masing-masing senilai Rp350 ribu. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATANBupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengajak masyarakat Kecamatan Batang Toru untuk meninggalkan praktik pinjaman berbunga tinggi yang dapat membebani ekonomi keluarga.

Sebaliknya, masyarakat didorong memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri pengajian akbar bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Toru yang berlangsung di Desa Hapesong Lama, Kamis (04/06/2026).

Menurutnya, jika masyarakat terjebak pada pinjaman berbunga tinggi, maka berpotensi menambah beban ekonomi rumah tangga. Saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan resmi, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumut.

“KUR ini memiliki bunga yang lebih rendah dan skema pembiayaan yang lebih ringan bagi pelaku usaha. Jangan lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan. Manfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang lebih ringan dan produktif untuk mengembangkan usaha,” tegas Gus Irawan.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial maupun program pemerintah. Aparatur desa diminta melakukan pendataan secara objektif agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Selain itu, Gus Irawan mengajak seluruh masyarakat mendukung percepatan operasional PLTA Batang Toru yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan dari dana bagi hasil.

Pada kesempatan tersebut, Gus Irawan juga memaparkan berbagai program Pemkab Tapsel untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana yang terjadi pada November 2025.

Menurutnya, dampak bencana cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sehingga pemerintah terus mendorong sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.

Salah satu program unggulan yang tengah digencarkan adalah gerakan tanam seribu hektare jagung. Program ini dinilai memiliki prospek menjanjikan karena harga jual yang relatif stabil serta didukung kepastian pasar.

“Saya berharap tidak ada lagi lahan yang menganggur di Tapanuli Selatan. Tanah yang kosong harus kita produktifkan. Jagung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat,” harapnya.

Ia mencontohkan keberhasilan kelompok tani di kawasan Aek Sirara yang baru melaksanakan panen perdana jagung pasca bencana.

Dengan hasil panen sekitar 5,5 ton per hektare dan harga jual mencapai Rp6.500 per kilogram, para petani mampu memperoleh keuntungan yang cukup baik setelah dikurangi biaya produksi.

Selain pertanian, Pemkab Tapsel juga terus mendorong peningkatan produksi perikanan melalui gerakan seribu kolam. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan ikan masyarakat di daerah.

Gus Irawan meminta pemerintah desa membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta memanfaatkan sungai dan lubuk larangan yang ada di desa sebagai potensi pengembangan budidaya ikan.

Tak lupa, Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan pengajian yang dinilainya tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Mengutip tausiah yang disampaikan Ustad Hamdan Firdaus, Gus Irawan mengingatkan pentingnya menjauhi tiga perilaku yang dapat merugikan kehidupan, yakni kesombongan, kecurangan, dan kebiasaan berutang tanpa pengelolaan yang baik.

Di sela kegiatan, Baznas Kabupaten Tapsel turut menyalurkan santunan kepada 20 mustahik. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp350 ribu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Pengajian akbar BKMT Kecamatan Batang Toru kemudian ditutup dengan doa bersama serta harapan agar berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Tapsel berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tampak hadir, Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, mantan Ketua TP PKK periode 2010-2015 dan 2016-2021 Ny Syaufia Lina, unsur Forkopimcam, pengurus BKMT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama maupun masyarakat, serta ratusan jamaah. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *