PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Meski kepengurusan periode terbaru baru berjalan sekitar tujuh bulan, lembaga pengelola zakat itu berhasil menembus jajaran 10 besar terbaik (Top Ten) se-Sumatera pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Sumatera 2026.
Prestasi itu diraih melalui program zakat produktif bergulir pada kategori pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), setelah bersaing dengan 165 kabupaten/kota se-Sumatera. Hasil seleksi diumumkan secara resmi di Palembang pada akhir Mei 2026 dan menjadi bukti bahwa, Baznas Tapsel mampu menunjukkan kinerja yang cepat dan terarah sejak awal kepengurusan baru.
Kepada wartawan, Jumat (19/06/2026) pagi, Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu diraih di tengah berbagai tantangan yang di hadapi sejak awal masa kepengurusan.
Selama empat bulan pertama, pihaknya mengaku fokus menangani bencana yang terjadi di Tapsel. Tiga bulan berikutnya, pihaknya baru dapat memaksimalkan program zakat produktif.
“Alhamdulillah, meski masih seumur jagung, kami bisa masuk 10 besar bersama lembaga-lembaga yang telah berpengalaman puluhan tahun. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Baznas Tapsel serta kepercayaan masyarakat,” ujar Jon Sujani.
Ia menjelaskan, setelah penanganan bencana selesai, Baznas Tapsel memusatkan perhatian pada pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, akuntabel, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pembentukan ekosistem ekonomi umat berbasis pemberdayaan kelompok tani mustahik di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam pelaksanaannya, Baznas Tapsel membangun kerja sama tripartit antara Baznas sebagai penyedia pembiayaan, kelompok tani mustahik sebagai produsen sayur dan buah-buahan, serta dapur SPPG melalui mitra sebagai off-taker yang membeli hasil pertanian tersebut.
“Konsep ini rupanya mendapat penilaian positif dari para juri. Namun karena program ini masih baru, tentu masih perlu terus dikembangkan, disempurnakan dan diperluas cakupan serta jumlah penerima manfaatnya,” katanya.
Jon menegaskan, lembaga pengelola ZIS harus mampu mengubah zakat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan yang bersifat sesaat. Menurutnya, program pemberdayaan mustahik di sektor pertanian menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Baznas Tapsel mampu bersaing di tingkat Sumatera.
Baginya, keberhasilan masuk 10 besar FESYAR Sumatera 2026 bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dana umat.
Panitia FESYAR Sumatera 2026 menilai Baznas Tapsel mampu merancang program yang terstruktur, berdampak luas, serta selaras dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa, Baznas Tapsel memiliki tata kelola yang sehat dan berpotensi menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sosial di daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Tapsel.
“Ke depan, Baznas Tapsel berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan berbagai program pemberdayaan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi syariah di tingkat daerah maupun regional,” pungkas Jon Sujani. (Reza FH)













