Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Kisah Bangkit Pasca Bencana Tapsel Disuguhkan Lewat Drama Musikal Spektakuler di PRSU ke-50

182
×

Kisah Bangkit Pasca Bencana Tapsel Disuguhkan Lewat Drama Musikal Spektakuler di PRSU ke-50

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan saat parade busana tenun khas daerah dalam Malam Pagelaran Seni dan Budaya pada PRSU ke-50
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan saat parade busana tenun khas daerah dalam Malam Pagelaran Seni dan Budaya pada PRSU ke-50. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, MEDAN – Kisah perjuangan masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bangkit dari bencana besar yang melanda pada November 2025 dihadirkan secara emosional melalui drama musikal bertajuk “Sinergi Kuat Tapsel Bangkit” dalam Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapsel pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.

Pertunjukan yang berlangsung di Panggung Keong PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (04/07/2026) malam itu menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian. Ribuan pengunjung yang memadati arena pertunjukan tampak larut dalam setiap adegan dan memberikan tepuk tangan meriah usai pementasan berakhir.

Drama musikal yang dipersembahkan Sanggar Seni Sopo Daganak binaan PT Agincourt Resources (PTAR) tersebut mengangkat perjalanan masyarakat Tapsel saat menghadapi bencana, mulai dari kepanikan ketika musibah terjadi, proses evakuasi/penyaluran bantuan, hingga bangkitnya kembali kehidupan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak.

Melalui perpaduan seni peran, tari, musik, dan tata artistik yang kuat, pertunjukan tersebut menegaskan bahwa, pemulihan pasca bencana hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

Falsafah Dalihan Natolu juga diangkat sebagai nilai utama yang menjadi perekat kebersamaan masyarakat Tapsel dalam membangun kembali harapan dan mempercepat proses pemulihan daerah.

Sebelum pementasan dimulai, pembawa acara menjelaskan bahwa, konsep pertunjukan, komposisi musik, aransemen hingga proses produksinya merupakan karya orisinil para trainer Sanggar Seni Sopo Daganak. Karya ini menjadi bentuk dukungan terhadap penyampaian pesan kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Malam pagelaran dibuka langsung Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan. Hadir juga Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, mantan Bupati Syahrul M Pasaribu, Staf Ahli TP PKK Ny Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Sofyan Adil Siregar, Ketua DWP Ny Ira Sofyan Adil Siregar, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa, tema “Sinergi Dalihan Natolu, Tapsel Bangkit: Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan Tapsel pasca bencana.

Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi, sosial, dan mental masyarakat sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Tapsel di antaranya, gerakan perang melawan narkoba dan rentenir melalui program KUR Berkah Bank Sumut, pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga optimalisasi lahan tidur agar menjadi produktif.

“Hari ini tidak boleh lagi ada alasan masyarakat tidak berusaha,” tegas Gus Irawan.

Ia menjelaskan, modal bagi setiap masyarakat yang mau berusaha juga sudah disiapkan melalui kredit usaha rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi pelaku usaha terdampak bencana, pendampingan juga tersedia, bahkan hasil produksi petani akan ditampung oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker.

“Mari bersama-sama kita pulihkan ekonomi dan membangun Tapanuli Selatan yang lebih kuat,” ajak Gus Irawan.

Pada kesempatan itu juga digelar deklarasi bersama yang dipimpin Bupati bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, adat, agama, akademisi, dan unsur pendidikan untuk mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional kepada Presiden atas jasa-jasanya sebagai sastrawan, budayawan, sekaligus pelopor lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan parade busana tenun khas Tapsel yang diperagakan Bupati dan Ketua TP PKK, Wakil Bupati beserta istri, Sekretaris Daerah beserta istri, pimpinan OPD, kepala bagian, hingga para Camat. Kegiatan ini menjadi ajang promosi tenun khas Tapsel agar makin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, juga mengapresiasi penampilan Kabupaten Tapsel yang dinilai atraktif dan berhasil menarik antusiasme masyarakat. Ia juga mengusulkan agar PRSU tahun mendatang menghadirkan forum business matching yang mempertemukan investor dengan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Sementara itu, Farida Siregar, perantau asal Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, mengaku terharu menyaksikan drama musikal tersebut karena mengingatkannya pada perjuangan masyarakat saat bencana melanda kampung halamannya.

“Drama ini membuat saya kembali mengingat masa-masa sulit sanak saudara saat bencana melanda kampung halaman. Namun, saya bangga karena pemerintah bersama seluruh stakeholder bergerak cepat membantu masyarakat hingga akhirnya Tapsel bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Rangkaian Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapsel ditutup dengan pembagian berbagai door prize kepada pengunjung seperti, sepeda, mesin cuci, televisi, kompor gas, dispenser, kipas angin, hingga rice cooker.

PRSU ke-50 sendiri berlangsung mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan menjadi ajang promosi budaya, pariwisata, investasi, serta berbagai potensi unggulan kabupaten dan kota di Sumatera Utara. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *