PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menyalurkan bantuan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima. Kali ini, sebanyak 41 mustahik memperoleh bantuan tunai dalam kegiatan pengajian rutin Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang digelar di Desa Sugi Julu, Kecamatan Marancar.
Bantuan tersebut berasal dari dana zakat yang dihimpun Baznas Tapsel dan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para penerima manfaat.
Ke-41 mustahik terdiri atas golongan fakir, miskin, serta asnaf lainnya yang telah melalui proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan yang berlaku.
Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, mengatakan penyaluran zakat merupakan bentuk tanggung jawab dalam mengemban amanah para muzaki sekaligus memastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar berhak.
“Ketepatan sasaran dan transparansi adalah prinsip mendasar yang tidak pernah kami kompromikan dan kami pegang teguh. Penyaluran ini bukan sekadar membagikan bantuan sesaat, melainkan langkah awal dari upaya pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Jon Sujani.
Para penerima bantuan menyambut penyaluran tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka mengaku bantuan yang diberikan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan di tengah keterbatasan ekonomi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Baznas Tapsel dan seluruh dermawan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah keterbatasan kemampuan kami,” ungkap salah seorang mustahik.
Selain penyaluran bantuan konsumtif, Baznas Tapsel juga terus memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Jon menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan program zakat produktif yang menyasar sektor pertanian, perdagangan, pelaku usaha ultramikro, hingga pengembangan kerajinan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Baznas Tapsel juga berkomitmen melanjutkan program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu guna mendukung keberlangsungan pendidikan mereka.
Sementara itu, bantuan konsumtif tetap menjadi perhatian melalui pemenuhan kebutuhan dasar bagi fakir miskin, anak yatim, dan kelompok asnaf lainnya.
Program-program tersebut dirancang agar manfaat zakat tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Jon Sujani turut mengajak aparatur sipil negara, pegawai swasta, pelaku usaha, serta masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Tapsel.
Menurutnya, semakin besar dana yang dihimpun, semakin luas pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga turut mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Tapsel. (Rel/Reza FH)













