PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus dilakukan, salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyalurkan bantuan modal usaha ke 150 pelaku usaha ultramikro yang terdampak di 14 kecamatan.
Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Baznas Tapsel dalam membantu masyarakat bangkit kembali setelah bencana yang tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga melemahkan aktivitas ekonomi, khususnya usaha berskala kecil.
Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, turun langsung memimpin penyaluran bantuan bersama jajaran. Masing-masing penerima manfaat, memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta untuk digunakan sebagai tambahan modal dalam memulai kembali, melanjutkan, maupun mengembangkan usahanya.
“Bencana yang melanda wilayah kita baru-baru ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga mematikan harapan dan semangat berusaha saudara-saudara kita pelaku usaha ultramikro,” kata Jon Sujani dalam rilis yang diterima awk media, pada Sabtu (11/07/2026).
Menurut Jon Sujani, pelaku UMKM yang turut terdampak bencana, membutuhkan dorongan nyata, bukan sekadar kata-kata, untuk kembali berdiri tegak. Melalui bantuan modal ini, Baznas Tapsel ingin memulihkan kemampuan sekaligus menyalakan kembali semangat mereka untuk berjuang menghidupi keluarga.
Tentunya, bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh para penerima manfaat. Modal yang diberikan akan dimanfaatkan untuk membeli bahan baku maupun melengkapi peralatan usaha sehingga aktivitas ekonomi mereka dapat kembali berjalan.
Para pelaku usaha juga mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian serta kepedulian Baznas Tapsel. Jon menegaskan, pemberdayaan ekonomi produktif akan tetap menjadi salah satu fokus utama Baznas Tapsel.
Menurutnya, lembaga yang ia pimpin saat ini, akan terus memberikan pendampingan kepada mustahik yang memiliki potensi usaha di berbagai sektor, seperti perdagangan, pertanian, kerajinan tangan, hingga bidang produktif lainnya.
“Kami tidak berhenti di sini. Baznas Tapsel akan terus mendampingi dan membantu para mustahik produktif yang memiliki potensi usaha di sektor perdagangan, pertanian, kerajinan tangan, maupun jenis usaha produktif lainnya agar mereka mampu mandiri dan beralih menjadi muzaki,” tegasnya.
Selain menjalankan program pemberdayaan ekonomi, Baznas Tapsel juga terus menyalurkan bantuan di bidang pendidikan melalui beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Di sisi lain, bantuan konsumtif juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar fakir, miskin, anak yatim, serta kelompok asnaf lainnya. Hingga saat ini, Baznas Tapsel telah menyalurkan bantuan konsumtif ke 843 mustahik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tapsel.
“Komitmen ini akan terus berkelanjutan,” tambah Jon Sujani.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi melalui Baznas Tapsel. Menurutnya, semakin besar kepercayaan dan dukungan yang diberikan, maka makin luas pula kemampuan Baznas Tapsel untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami, mustahik dapat menjadi mandiri hingga suatu saat bertransformasi menjadi muzaki,” pungkasnya menutup. (Reza FH)













