Example floating
Example floating
BeritaDaerahKesehatanSumutTapanuli Selatan

PTAR Buka Pengobatan Gratis, Warga Simarpinggan Tak Perlu ke Kota Temui Dokter Spesialis

106
×

PTAR Buka Pengobatan Gratis, Warga Simarpinggan Tak Perlu ke Kota Temui Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini
Manager Community Development PTAR, Rohani Simbolon, bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Tapsel, Suryadi, saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis di Puskesmas Simarpinggan
Manager Community Development PTAR, Rohani Simbolon, bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Tapsel, Suryadi, saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis di Puskesmas Simarpinggan. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Keluhan kaki kebas yang dirasakan selama sebulan terakhir, akhirnya membawa Aminuddin Dalimunthe (67), penghuni hunian sementara (Huntara) Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis.

Aminuddin mengaku, selama ini dirinya belum sempat memeriksakan keluhan tersebut kepada dokter spesialis, lantaran rumah sakit besar tergolong jauh dari tempatnya tinggal yaitu di Kota Padangsidimpuan. Padahal, rasa kebas pada kakinya sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beruntung, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menggelar Bakti Sosial Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertajuk ‘Dokter Spesialis Masuk Desa’ di Puskesmas Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Rabu (29/7/2026) pagi. Akhirnya, ia memanfaatkan program itu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis.

“Sebulan belakangan kaki saya terasa kebas-kebas (kesemutan). Memang, belum ada saya periksa penyakit ini ke dokter spesialis karena jauh, tapi sakitnya sangat mengganggu,” kata Aminuddin diwawancarai wartawan.

Warga terdampak bencana tanah bergerak yang sebelumnya bermukim di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan itu, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan kesehatan gratis dari PTAR tersebut. Terlebih, lokasi pengobatan berada tidak jauh dari Huntara tempat ia kini tinggal.

“Makanya, saya berterima kasih ke Tambang Emas Martabe yang sudah mengadakan pengobatan gratis ini. Selain diperiksa dokter spesialis, kami juga diberikan obat dan makanan untuk dimakan di rumah berupa roti dan makanan ringan,” ujarnya.

Menurut Aminuddin, obat yang diberikan kepadanya juga merupakan obat resep dokter secara gratis. Ia pun mengapresiasi perhatian PTAR yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke wilayah tempat warga terdampak bencana bermukim.

Keluhan serupa juga disampaikan pasien lainnya, Erika Sihotang (67), warga Desa Simarpinggan. Ia mengaku sudah beberapa bulan merasakan kondisi tubuh yang lemas dan tidak bertenaga.

Setelah menjalani pemeriksaan dalam kegiatan tersebut, Erika mendapat penjelasan dari dokter mengenai kondisi kesehatannya dan diberikan obat resep secara gratis.

“Sudah beberapa bulan belakangan, saya lemas seluruh badan dan tak bertenaga. Kata dokter, saya menderita penyakit lambung. Setelah diperiksa, saya dikasih obat resep gratis langsung,” ungkap Erika.

Ia menilai program pengobatan gratis yang digelar PTAR sangat membantu masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan namun memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas maupun dokter spesialis.

“Menurut saya bagus program PTAR ini, kalau bisa teruslah berlanjut, supaya saya bisa memeriksakan kesehatan saya,” harapnya.

Terpisah, Manager Community Development PTAR, Rohani Simbolon, mengatakan, program yang menjadi bagian dari pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) perusahaan di bidang kesehatan ini, dimaksudkan untuk memberi akses ke warga desa yang jauh dari fasilitas kesehatan.

“Harapannya, agar warga dapat berkonsultasi dan berobat langsung dengan dokter spesialis. Ini sebagai komitmen PTAR melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan,” jelasnya.

Rohani menjelaskan, layanan tersebut secara khusus menghadirkan dokter spesialis yang menangani kesehatan anak, kandungan, serta penyakit dalam. Adapun dokter spesialis yang turun langsung ke lokasi, yakni dr Abdus Somad Harahap (Spesialis Penyakit Dalam), dr Ryan Andrian (Spesialis Kandungan, serta dr Syahreza Hasibuan (Spesialis Anak).

Hadirnya para dokter spesialis tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap berbagai keluhan penyakit, memantau kesehatan ibu hamil, sekaligus mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak di wilayah Angkola Selatan.

Ia menegaskan bahwa, seluruh pelayanan diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dipungut biaya apa pun. Harapannya, masyarakat mendapat manfaatnya, yang tadinya jauh dari rumah sakit, bisa langsung datang berobat dengan dokter spesialis dan bisa tahu apa diagnosa penyakitnya.

Ia mencontohkan, salah satu warga bahkan datang membawa anaknya untuk mendapatkan pemeriksaan. Usai diperiksa dokter, pasien tersebut mendapatkan obat secara gratis dan dapat memperoleh rujukan apabila memang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Seperti tadi ada ibu yang membawa anaknya, diperiksa dokter, diberikan obat secara gratis, dan kalau dia butuh rujukan bisa dirujuk,” cetusnya.

Rohani menyebutkan, program Dokter Spesialis Masuk Desa ini telah berlangsung selama tiga tahun dan menjadi bagian dari program PPM PTAR di bidang kesehatan. Pada 2026, Angkola Selatan menjadi titik kedua pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel, pada Jumat (26/06/2026) lalu. Program pengobatan gratis ini menyasar masyarakat yang berada di desa-desa terpencil.

Program ini, juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PTAR yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapsel. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Terutama, bagi masyarakat yang berada jauh dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan dengan layanan dokter spesialis. Khusus di Kecamatan Angkola Selatan, desa yang menjadi sasaran program antara lain Garonggang Jae, Garonggang Julu, Mosa Jae, Mosa Julu, Sihuik-huik, Aek Kapur, dan Desa Bulu Soma.

Pantauan di lokasi, ratusan warga yang terdiri dari orang tua, ibu-ibu, hingga anak-anak terlihat mengantre untuk mendapatkan giliran pemeriksaan kesehatan.

Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mengenai berbagai keluhan kesehatan yang mereka alami.

Kegiatan pelayanan kesehatan gratis itu berlangsung selama sehari. Selain mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis, warga yang membutuhkan obat juga mendapat obat resep secara gratis sesuai hasil pemeriksaan.

Bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tersedia pula opsi rujukan sehingga keluhan kesehatan yang ditemukan dapat ditindaklanjuti di fasilitas kesehatan yang lebih memadai. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *