PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menyerahkan total sebanyak 25 ribu benih ikan berikut 4,5 ton pakannya kepada dua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Angkola Timur, Senin (20/07/2026).
Bantuan tersebut disalurkan kepada Pokdakan Maju Jaya di Desa Sanggapati dan Pokdakan Aek Siboru Namora di Desa Pargarutan Dolok sebagai implementasi Gerakan Seribu Kolam, yang jadi program unggulan Pemkab Tapsel.
Program ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di Desa Sanggapati, Bupati menyerahkan 6 ribu ekor benih ikan mas, 9 ribu ekor benih ikan nila berukuran 8 hingga 9 Cm, serta 90 sak pakannya dengan total sekitar 2,7 ton kepada Pokdakan Maju Jaya.
Sementara di Desa Pargarutan Dolok, bantuan diberikan kepada Pokdakan Aek Siboru Namora berupa 2 ribu ekor benih ikan mas, 8 ribu ekor benih ikan nila, dan 60 sak pakan ikan untuk mengoptimalkan tujuh kolam air tenang (KAT) yang dikelola kelompok tersebut.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menjelaskan, Gerakan Seribu Kolam lahir dari kondisi produksi ikan di Tapsel yang hingga kini masih jauh dari kebutuhan konsumsi masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan data 2024, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Tapsel mencapai sekitar 15 ribu ton per tahun. Sementara produksi lokal, baru sekitar 7.500 ton, sehingga separuh kebutuhan masih harus dipenuhi dari luar daerah.
“Intinya adalah swasembada ikan. Data 2024 menunjukkan konsumsi ikan di Tapsel mencapai 15 ribu ton per tahun, tetapi produksinya baru sekitar 7.500 ton. Artinya, setengah kebutuhan kita masih didatangkan dari luar daerah,” ujar Bupati.
Karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan mampu menjadi pemicu bagi kelompok pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Harapannya bantuan ini dijaga dengan baik dan dikelola secara serius, sehingga hasilnya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan program ini bisa terus berkelanjutan,” katanya.
Bupati menegaskan, pembangunan sektor perikanan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan.
Menurutnya, peningkatan produksi ikan, ayam, telur, hingga komoditas pertanian menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga tengah membangun kepastian pasar bagi hasil budidaya masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pasar hasil produksi masyarakat harus kita siapkan. Tujuan MBG bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menciptakan pemerataan ekonomi,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, bahan baku yang dibutuhkan dapur MBG diharapkan berasal dari masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Bupati juga mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai program pendukung pemerintah, termasuk pengembangan komoditas pertanian seperti jagung melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut dengan bunga nol persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan tindak lanjut dari program pencetakan kolam yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Khusus di Desa Sanggapati, pada 2025 pemerintah telah membangun 15 kolam budidaya ikan, sehingga bantuan benih dan pakan diberikan sebagai tahap lanjutan agar kolam tersebut dapat segera produktif.
Ia juga menjelaskan bahwa benih ikan yang disalurkan berasal dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) binaan Dinas Perikanan di Desa Sialaman Sipirok dan Desa Sibulele, Kecamatan Batang Angkola.
“Ketersediaan benih ikan di Tapanuli Selatan mulai kita penuhi dari daerah sendiri. Harapannya ekonomi masyarakat terus bergerak dan berkembang,” sebutnya.
Kata Syaiful, Dinas Perikanan saat ini juga sedang membangun kemitraan antara kelompok pembudidaya ikan dengan dapur MBG agar hasil panen masyarakat memiliki pasar yang jelas.
Ia mengungkapkan, pada 19 Juli 2026, sebanyak 275 Kg ikan lele dari kelompok binaan Dinas Perikanan telah dipasok ke dapur MBG Sitinjak. Ke depan, kerja sama tersebut akan diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi pemerintah daerah.
“Kami berharap seluruh kelompok binaan nantinya mampu memasok kebutuhan ikan konsumsi untuk dapur-dapur MBG maupun SPPG di Tapanuli Selatan,” harapnya.
Selain itu, Dinas Perikanan juga tengah menyiapkan usulan program pembinaan berkelanjutan melalui skema CSR Danantara yang dirancang mendampingi kelompok pembudidaya ikan selama tiga tahun hingga mampu mandiri.
Di sisi lain, Ketua Pokdakan Maju Jaya, Faisal Erwin Sinaga, mengapresiasi perhatian Pemkab Tapsel terhadap para pembudidaya ikan. Ia berjanji, bantuan dari Bupati ini tidak akan disia-siakan.
“Kami akan mengembangkan usaha budidaya ini agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Pargarutan Dolok Henri Harahap yang berharap dukungan pemerintah terhadap sektor perikanan terus berlanjut.
Sedangkan Camat Angkola Timur, Ahmad Yunansyah Lubis, menyebut seluruh desa di wilayahnya kini telah merasakan manfaat Gerakan Seribu Kolam yang digagas Bupati. Ahmad mengaku siap mengawal, memonitor, dan memastikan program ini sukses.
“Sehingga hasilnya, benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Rel/Reza FH)













