Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemkab TapselRilisSumutTapanuli Selatan

Desa Sugi Tapsel Didorong Jadi Role Model Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

127
×

Desa Sugi Tapsel Didorong Jadi Role Model Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan, saat menghadiri evaluasi PKK Provinsi Sumut di Desa Sugi
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Ny Murni Gus Irawan, saat menghadiri evaluasi PKK Provinsi Sumut di Desa Sugi. (Foto: Dok Kominfo Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi mendapat perhatian dalam evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (13/08/2026).

Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026, tim evaluasi TP PKK Sumut melakukan penilaian terhadap tiga kategori di tiga lokasi berbeda di Tapsel. Evaluasi ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan setelah sebelumnya dilakukan penilaian administrasi, verifikasi dokumen hingga monitoring lapangan.

Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dipusatkan di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, dan dihadiri Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Ketua TP PKK, Ny Murni Gus Irawan Pasaribu.

Sementara kategori lainnya dievaluasi di Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, dengan kehadiran Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga bersama Staf Ahli PKK Ny Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga.

Adapun evaluasi kategori IVA Test dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru dan dihadiri Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar bersama Ketua Bidang II TP PKK Ny Ira Sofyan Adil Siregar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, kader TP PKK, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tim evaluasi TP PKK Provinsi Sumut.

Ketua Tim Evaluasi Desa Binaan UP2K PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar, saat membacakan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Ny Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menyampaikan bahwa evaluasi bukan sekadar ajang menentukan desa atau kecamatan terbaik.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari proses pembinaan untuk memperkuat pelaksanaan program PKK, mendorong lahirnya inovasi, serta meningkatkan peran kader dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk menentukan yang terbaik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat pembinaan, mendorong inovasi serta meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap desa dan kecamatan yang mengikuti evaluasi dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan.

Pembinaan juga diharapkan tetap dilanjutkan TP PKK Kabupaten Tapsel sehingga capaian yang telah diperoleh dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan.

Sementara, Bupati Tapsel, Gus Irawan, mengapresiasi kehadiran Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumut di Desa Sugi. Menurutnya, evaluasi ini bisa menjadi pemicu semangat bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk semakin serius mengembangkan pemberdayaan serta ekonomi keluarga.

Ia berharap Desa Sugi mampu menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sesungguhnya visi Tapanuli Selatan, kata kuncinya adalah sejahtera. Karena itu, saya berharap Desa Sugi menjadi role model bagi desa lain bagaimana masyarakat bersungguh-sungguh meningkatkan ekonomi keluarga yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” harap Gus Irawan.

Gus Irawan menjelaskan, Pemkab Tapsel terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan secara terintegrasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan lahan yang masih menganggur agar dapat ditanami komoditas produktif, seperti jagung.

Untuk memperkuat program tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan akses pembiayaan melalui Bank Sumut dengan skema bunga 0 persen pada tahun pertama. Setelah itu, bunga pembiayaan akan meningkat secara bertahap namun tetap berada pada tingkat yang rendah.

Menurut Bupati, pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan modal. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

“Dari A sampai Z kita kawal. Model produksinya disiapkan, masyarakat diberdayakan, bahkan pasarnya juga harus kita siapkan,” sebutnya.

Ia juga mengapresiasi TP PKK Tapsel bersama OPD terkait yang dinilai telah serius melakukan pembinaan terhadap desa binaan. Gus Irawan menegaskan, keberhasilan program PKK tidak seharusnya hanya dilihat dari pencapaian juara dalam sebuah perlombaan. Hal yang jauh lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ini betul tidak mengejar sekadar juara. Saya selalu mengatakan tidak sekadar untuk juara. Lebih jauh manfaatnya nanti. Kita tidak hanya mengukur output, tetapi harus mengukur outcome, yaitu manfaat dari setiap kegiatan yang kita lakukan untuk masyarakat,” tegasnya.

UP2K Bukan Sekadar Perlombaan

Sedangkan Ketua TP PKK Tapsel, Ny Murni Gus Irawan, mengatakan, Desa Sugi dapat mengikuti tahapan evaluasi setelah menjalani pembinaan dan pendampingan secara bertahap oleh TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa serta OPD terkait.

Ia memberikan apresiasi kepada para kader PKK, pemerintah desa dan masyarakat Desa Sugi yang telah berupaya mengembangkan potensi lokal menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Murni menekankan, UP2K PKK tidak seharusnya dipandang hanya sebagai program untuk mengikuti perlombaan atau evaluasi. Lebih dari itu, program tersebut menjadi wadah untuk mendorong keluarga agar semakin produktif, mandiri dan memiliki sumber pendapatan.

“Dari keterampilan seorang ibu, kita tumbuhkan usaha. Dari potensi desa, kita ciptakan produk. Dari produk kita bangun nilai ekonomi, dan dari usaha yang berkembang kita harapkan lahir keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” tuturnya.

Sejumlah produk lokal Desa Sugi, termasuk kopi dan berbagai produk olahan yang dihasilkan kelompok UP2K PKK, dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Murni berharap semangat pemberdayaan melalui UP2K PKK tidak berhenti setelah pelaksanaan evaluasi. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat usaha masyarakat agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Evaluasi Empat Kategori

Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dilaksanakan terhadap desa/kelurahan yang telah ditetapkan sebagai nominasi berdasarkan hasil monitoring pada sejumlah kategori, di antaranya Tertib Administrasi PKK, UP2K PKK, Aku Hatinya PKK dan IVA Test.

Selain menentukan pelaksana terbaik, evaluasi tersebut bertujuan mengukur keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, inovasi dan kreativitas, keberlanjutan program, kemampuan kader dalam memaparkan kegiatan, serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIPANDA sebagai sistem pelaporan dan pengelolaan data PKK.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Sumut berharap gerakan PKK semakin mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun keluarga yang berdaya, mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *