PIONERNEWS.COM, MEDAN – Penampilan memukau serta keberhasilan mempromosikan potensi daerah menghantarkan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memborong tiga penghargaan bergengsi pada malam penutupan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 di Arena PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kota Medan, Minggu (02/08/2026).
Capaian tersebut, menjadi penutup manis bagi keikutsertaan Tapsel selama penyelenggaraan PRSU yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Tiga penghargaan yang berhasil dibawa pulang yakni, Juara I Penampilan Terbaik Panggung Budaya pada Pagelaran Malam Kesenian Daerah.
Kemudian, Juara III Stand/Paviliun Terbaik Pilihan Dewan Juri, serta Juara Stand Terbaik Pilihan Media Sosial. Pada kategori Penampilan Terbaik Panggung Budaya, Tapsel keluar sebagai Juara pertama dengan nilai 82,625. Raihan itu mengungguli Kabupaten Nias Selatan yang memperoleh nilai 82,375 dan Kabupaten Samosir dengan nilai 82,225.
Sementara pada kategori Stand/Paviliun Terbaik Pilihan Dewan Juri, Tapsel menempati posisi ketiga dengan skor 84. Juara II diraih Kabupaten Batubara dengan nilai 85. Sedangkan Kabupaten Deli Serdang menjadi juara pertama dengan skor 92.
Prestasi lainnya diraih melalui kategori Stand Terbaik Pilihan Media Sosial. Paviliun Kabupaten Tapsel berhasil mengumpulkan 11.400 tanda suka (likes) selama penyelenggaraan PRSU, sehingga dinobatkan sebagai favorit masyarakat di media sosial.
Usai menerima penghargaan, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, bersama Wakil Bupati, Jafar Syahbuddin Ritonga, dan Sekda, Sofyan Adil, mengaku sangat bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat mulai dari TP PKK, Dekranasda hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
“Penghargaan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ini merupakan buah dari kesungguhan seluruh pihak yang terlibat. Saya melihat sendiri bagaimana TP PKK, Dekranasda, dan OPD bekerja dengan penuh semangat untuk menampilkan yang terbaik bagi Tapanuli Selatan,” ujar Gus Irawan.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa, setiap pekerjaan yang dilakukan secara serius dan penuh komitmen akan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Dia juga berpesan ke seluruh jajaran Pemkab Tapsel bahwa, hasil yang baik hanya dapat dicapai melalui upaya yang sungguh-sungguh.
“Kesungguhan itulah yang menjadi kunci keberhasilan,” katanya.
Gus Irawan menjelaskan, budaya kerja yang diterapkan di lingkungan Pemkab Tapsel menitikberatkan pada keseriusan, fokus, dan target terukur. Untuk mendukung berbagai program strategis, Pemkab Tapsel membentuk task force agar setiap sasaran dapat dicapai secara optimal.
Ia mencontohkan keberhasilan meningkatkan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat awal menjabat sebagai Bupati, kata Gus Irawan, Tapsel masih berada di zona merah dan menempati peringkat ke-27 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Kini, akunya, berkat pembenahan yang dilakukan secara konsisten, posisi tersebut berhasil meningkat hingga masuk zona hijau. Semua itu menurut Gus Irawan, bisa dicapai karena seluruh jajaran Pemkab Tapsel fokus memperbaiki setiap rekomendasi dan bekerja secara serius.
“Hal yang sama juga kami terapkan pada berbagai indikator pelayanan publik lainnya,” jelasnya.
Meski berhasil meraih sejumlah penghargaan, Gus Irawan menegaskan bahwa, penghargaan bukanlah tujuan utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui promosi potensi daerah.
Ia berharap keikutsertaan Tapsel di PRSU mampu membuka peluang business matching, memperluas pasar produk unggulan, menarik investasi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai contoh, ia menyebut produk tenun khas Tapsel mendapat sambutan sangat baik selama PRSU berlangsung. Tingginya minat pengunjung membuat stok produk yang dipamerkan cepat habis. Bupati berharap, para pengrajin Tapsel makin termotivasi untuk meningkatkan produktivitasnya.
“Permintaan pasar sudah semakin besar. Kalau produksi meningkat, manfaat ekonominya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.
Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, secara resmi menutup PRSU ke-50 tahun 2026 yang mengusung tema ‘Harmoni Emas’ itu. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, PRSU bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, pelaku seni, dan masyarakat.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, serta pelestarian budaya di Sumatera Utara,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) sekaligus Ketua Panitia PRSU, Ferry Indra, melaporkan, selama 31 hari penyelenggaraan, PRSU ke-50 diikuti 33 paviliun kabupaten/kota, satu paviliun negara sahabat Pulau Pinang, Malaysia, serta puluhan peserta pameran dari OPD, perguruan tinggi, dan UMKM.
“PRSU ke-50 juga mencatat kunjungan sebanyak 161.309 orang dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp50,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi ajang tahunan itu dalam menggerakkan perekonomian Sumatera Utara,” terangnya. (Rel/Reza FH)













