Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukumPolisi KitaSumutTapanuli Selatan

Anak 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Sumur, Polres Tapsel Masih Dalami

130
×

Anak 6 Tahun Ditemukan Meninggal di Sumur, Polres Tapsel Masih Dalami

Sebarkan artikel ini
Inilah lokasi sumur tempat anak usia enam tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia
Inilah lokasi sumur tempat anak usia enam tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. (Foto: Dok Humas Polres Tapsel)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Hingga saat ini, polisi masih mendalami peristiwa meninggalnya anak perempuan usia enam tahun yang ditemukan di dalam sumur di salah satu desa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kapolres Tapsel, AKBP Anton Santoso, melalui Kasat Reskrim, Iptu BD Sitorus menyampaikan, penanganan perkara ini dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan proses penyidikan, hasil pemeriksaan medis, serta perlindungan identitas anak.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Kasat, pasa Selasa (04/08/2026).

Kasat menjelaskan, awalnya jenazah anak perempuan itu ditemukan oleh salah seorang warga, pada Minggu (02/08/2026) siang. Kemudian, jenazah korban dievakuasi masyarakat dan dibawa ke rumah duka.

Namun, kata Kasat, pihak keluarga kemudian meminta agar jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena, pihak keluarga merasa terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan terkait penyebab kematian korban.

Dan, pada Senin (03/08/2026) dini hari, keluarga korban mendatangi Polsek Batang Angkola untuk melaporkan peristiwa tersebut. Usai menerima laporan, petugas mendatangi RSUD Pintu Padang guna melakukan pengecekan awal.

Dari hasil pengecekan, polisi memastikan jenazah telah berada di RSUD Pintu Padang setelah diantar oleh masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Sipirok untuk dilakukan autopsi.

Kasat menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Pemeriksaan luar dan dalam dari hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selain itu, lanjut Kasat, penyebab kematian korban disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan. Meski demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas hal tersebut.

“Kami pastikan seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan,” terangnya.

Terakhir, Kasat mengatakan, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mempelajari hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga. Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” tegas Kasat menutup. (Rel/Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *