PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi Kapolres AKBP Anton Santoso beserta jajaran Satreskrim yang dinilai berhasil mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia enam tahun hingga korban meninggal dunia.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Irawan saat memberikan sambutan pada acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumatera Utara Kabupaten Tapsel, Senin (10/08/2026) pagi.
Menurut Gus Irawan, gerak cepat jajaran Polres Tapsel dalam mengungkap kasus tersebut patut diapresiasi. Pasalnya, kasus yang menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat itu berhasil diungkap dalam waktu relatif singkat, yakni hanya sekitar 2×24 jam.
“Ini luar biasa. Kapolres beserta jajaran dalam tempo 2×24 jam sudah bisa mengungkap kasus ini,” ujar Gus Irawan dalam sambutannya.
Bupati menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan dan profesionalisme jajaran Polres Tapsel dalam memberikan rasa keadilan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya terhadap anak-anak yang menjadi kelompok rentan.
Gus Irawan juga menyampaikan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, berdasarkan informasi yang diterimanya, tersangka dalam kasus itu dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu berdasarkan hasil pemeriksaan urine.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian bersama. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa, penyalahgunaan narkotika dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan di luar kendali dan berujung pada tindak pidana berat.
“Ini juga menjadi perhatian kita, karena tersangka positif narkoba jenis sabu. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kita harus bersama-sama memerangi narkoba,” tegasnya.
Gus Irawan menambahkan, Pemkab Tapsel saat ini terus menggaungkan perang terhadap narkoba. Upaya tersebut dinilai penting bukan hanya untuk mencegah peredaran narkotika, tetapi juga untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum, untuk bersama-sama memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Perang terhadap narkoba harus menjadi gerakan bersama. Kita tidak ingin generasi muda kita rusak karena narkoba,” katanya.
Sebelumnya, apresiasi kinerja Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso dalam mengungkap kasus tersebut juga datang dari anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra. Soedeson turut memberikan penghargaan atas gerak cepat jajaran Polres Tapsel dalam menangani kasus yang menyita perhatian publik tersebut. (Reza FH)













