Example floating
Example floating
BeritaDaerahLifestyleSumutTapanuli Selatan

Dari Tapsel, PTAR Bangkitkan Eza Cake hingga Tembus UMKM Kuliner Nasional

387
×

Dari Tapsel, PTAR Bangkitkan Eza Cake hingga Tembus UMKM Kuliner Nasional

Sebarkan artikel ini
Dian Anggraini Siregar, Owner Eza Cake, saat mengikuti program peningkatan kompetensi UMKM binaan Grup Astra melalui Business Masterclass UMKM Bisa 2026 yang digelar YDBA di Jakarta
Dian Anggraini Siregar, Owner Eza Cake, saat mengikuti program peningkatan kompetensi UMKM binaan Grup Astra melalui Business Masterclass UMKM Bisa 2026 yang digelar YDBA di Jakarta. (Foto: Ist)

“Eza Cake bergerak pada pembuatan usaha kue ulang tahun, bolu, roti, dan juga snack box,” ujar Dian saat diwawancarai wartawan, Rabu (19/8/2026) siang di Batang Toru.


PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Di balik setiap kue ulang tahun yang tampil cantik, bolu yang menggugah selera, roti yang fresh, hingga snack box yang tersusun rapi, terdapat cerita panjang tentang perjuangan, keberanian memulai, dan kemauan untuk terus belajar.

Kisah itu dijalani Dian Anggraini Siregar (38), warga Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melalui usaha kuliner yang dirintisnya sejak 2018 bernama, Eza Cake.

Bagi Dian, Eza Cake usaha rumahan yang bergerak di bidang pembuatan kue ulang tahun, bolu, roti, dan snack box itu telah menjadi bagian penting dalam menopang ekonomi keluarganya sekaligus mewujudkan harapan untuk masa depan ketiga anaknya.

Dian, kini tak hanya berpangku tangan menunggu nafkah dari suaminya yang bekerja di PT Mcmahon, salah satu perusahaan rekanan PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe. Tapi, Dian kini mampu membantu perekonomian keluarga kecilnya.

Nama Eza Cake sendiri ternyata memiliki cerita sederhana namun sangat personal bagi Dian. Nama tersebut diambil dari huruf depan ketiga anak Dian.

“Eza Cake bergerak pada pembuatan usaha kue ulang tahun, bolu, roti, dan juga snack box,” ujar Dian saat diwawancarai wartawan, Rabu (19/8/2026) siang di Batang Toru.

Sebelum menekuni dunia kuliner, Dian mengaku sempat bekerja sebagai karyawan swasta di kawasan Tambang Emas Martabe. Setelah memutuskan berhenti bekerja, Dian kemudian memilih untuk merintis usaha sendiri.

Dengan kemampuan membuat kue yang saat itu masih diperoleh secara otodidak, ia mulai membangun Eza Cake secara perlahan.

“Awalnya saya belajar membuat kue secara otodidak,” kenangnya.

Dian Anggraini Siregar, saat membuat kue di dapur rumahnya
Dian Anggraini Siregar, saat membuat kue di dapur rumahnya. (Foto: Ist)

Perjalanan tersebut tentu tidak mulus. Dian mengakui masih banyak kekurangan, terutama dalam membuat dan menampilkan kue ulang tahun agar bisa enak dan memiliki tampilan yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *