PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) memaparkan rencana tahapan awal impounding atau penggenangan bendungan serta perkembangan progres proyek PLTA Batang Toru kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (13/08/2026) sore.
Tahapan tersebut menjadi salah satu proses krusial menuju pengoperasian PLTA berkapasitas 510 megawatt (MW) yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026 ini. Pemaparan rencana awal penggenangan tersebut digelar di ruang rapat area PLTA Batang Toru.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat manyantan pamborgo-borgoi di area dam PLTA Batang Toru yang melibatkan para tokoh adat dan unsur Forkopimda.
Direktur External Affairs PT NSHE, Fauzi Leilan, mengatakan, pembangunan PLTA Batang Toru merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan bisa segera memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kabupaten Tapsel.
Menurut Fauzi, pemerintah juga telah menunjukkan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan PLTA Batang Toru. Hal itu antara lain terlihat dari kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM beberapa waktu lalu dalam rangka rapat percepatan penyelesaian konstruksi PSN PLTA Batang Toru.
Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahapan penggenangan awal, PT NSHE telah melaksanakan agenda sosialisasi dan simulasi rencana tanggap darurat PLTA Batang Toru di daerah-daerah yang berpotensi terdampak proses penggenangan air bendungan.
“Hari ini, kami juga akan melaksanakan upacara adat manyantan sebagai bentuk penghormatan kami terhadap budaya dan kearifan lokal masyarakat Tabagsel,” katanya.
Selain prosesi adat, pihaknya juga menyampaikan rencana penggenangan awal PLTA Batang Toru yang disebut sebagai tahapan penting dan menjadi salah satu penentu dalam perjalanan proyek tersebut.
Fauzi menegaskan, penggenangan awal merupakan momen penting bukan hanya bagi PT NSHE, tetapi juga bagi masyarakat yang berada di sekitar area proyek. Karena itu, pihaknya meminta masukan dari unsur Forkopimda agar seluruh prosesnya nanti dapat berjalan aman, lancar dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak.
“Kami sangat menghargai kesempatan untuk berkonsultasi dan mendengarkan masukan langsung dari unsur Forkopimda yang hadir, agar pelaksanaan penggenangan awal nanti dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak,” ujarnya.
Ia menyebut, dukungan dan sinergi antara PT NSHE dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh unsur Forkopimda selama ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam setiap tahapan pembangunan PLTA Batang Toru.
“Kami berharap, sinergi ini dapat terus terjalin, khususnya dalam menghadapi hal-hal penting ke depan,” harapya.
Target Operasi Penuh Akhir 2026
Fauzi menyampaikan, PLTA Batang Toru direncanakan memiliki kapasitas pembangkit sebesar 510 MW. Dengan kapasitas tersebut, PLTA Batang Toru disebut menjadi PLTA dengan kapasitas terbesar di Sumut.
Sesuai arahan Kementerian ESDM, proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada 2026. Bahkan, PT NSHE menjadwalkan pengoperasian penuh dapat dilakukan pada akhir tahun ini.
“Kami berencana untuk melakukan operasi penuh pada akhir 2026 ini,” tegasnya.
Terkait penggenangan, Fauzi menjelaskan bahwa, bendungan PLTA Batang Toru termasuk relatif kecil apabila dibandingkan dengan PLTA-PLTA lainnya di Indonesia.
Volume air yang dibutuhkan untuk menggenangi bendungan tersebut diperkirakan sekitar 17 juta meter kubik. Volume air tersebut nantinya harus tetap terjaga setiap kali air dilepaskan untuk membangkitkan energi listrik.
“Bendungan di PLTA Batang Toru ini termasuk bendungan yang relatif kecil, bukan yang besar jika dibandingkan dengan PLTA-PLTA lainnya di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Fauzi menyebut risiko terhadap masyarakat juga relatif kecil. Kendati demikian, PT NSHE tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, termasuk ketika PLTA Batang Toru nantinya sudah beroperasi.
“Kami mohon doa dari masyarakat dan dukungan dari Pemkab Tapsel agar kami dapat melaksanakan proyek ini tepat waktu sehingga dapat segera memberikan kontribusi bagi masyarakat maupun pemerintah,” tandasnya.
Manyantan Jadi Doa
Sementara itu, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, yang hadir langsung dalam kegiatan itu menyatakan, prosesi adat manyantan pamborgo-borgoi memiliki makna penting dalam setiap momentum besar masyarakat Tabagsel yang berlandaskan adat dan budaya Dalihan Natolu.
Ia menjelaskan, manyantan pamborgo-borgoi merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh para orang-orang tua terdahulu dalam berbagai even besar.
Menurut Gus Irawan, pelaksanaan manyantan merupakan doa dan permohonan ridho kepada Allah SWT agar seluruh proses pembangunan hingga pengoperasian PLTA dapat berjalan dengan baik.
“Sebetulnya, kegiatan ini bermakna doa dan memohon ridho kepada Allah SWT agar kegiatan kita ini dan lanjutannya setelah ini, dapat berjalan dengan baik,” terangnya.
Bupati menilai, manyantan menjadi bagian penting sejak awal proses penggenangan bendungan PLTA Batang Toru nanti hingga memasuki tahap pengoperasian selanjutnya.
Ia menyebut, prosesi adat tersebut juga melibatkan tokoh-tokoh adat, masyarakat, harajaon dan hatobangon dari desa-desa sekitar bendungan, khususnya wilayah Luat Lombang serta Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok.
Dorong Energi Bersih
Gus Irawan menegaskan, keberadaan PLTA Batang Toru menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi energi bersih di Sumut, khususnya Tapsel. Menurutnya, pembangunan energi bersih tersebut juga berkaitan dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris, terutama dalam menghadapi perubahan iklim (climate change) dan menjaga ekosistem lingkungan.
Ia mengatakan, Perjanjian Paris pada intinya berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim, salah satunya melalui pengembangan energi bersih. Dan sebelumnya, proyek ini dikejar pembangunannya untuk mengejar roadmap energi bersih Indonesia di 2025 sebesar 23 persen.
Selain aspek energi dan lingkungan, Bupati memastikan, keberadaan PLTA Batang Toru memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, di tahapan konstruksi pembangunan PLTA Batang Toru sebelumnya, proyek ini telah menyerap cukup banyak tenaga kerja lokal.
“Kita ketahui bersama, di setiap keberadaan sebuah proyek pembangunan pasti akan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Misalnya, pada tahapan pengerjaan konstruksi kemarin, juga menyerap pekerja lokal yang cukup banyak,” cetusnya.
Karena itu, Gus Irawan berharap proyek pembangunan PLTA Batang Toru dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan usai beroperasi. Ia juga berharap tanggung jawab sosial PT NSHE nantinya, dapat turut mendorong pengembangan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Tidak Mendekati Area Genangan
Terkait pelaksanaan penggenangan awal bendungan, Gus Irawan mengatakan, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, baik yang berada di wilayah hulu maupun hilir aliran sungai.
Di sejumlah lokasi hulu, khususnya di sekitar aliran sungai di Kecamatan Sipirok, telah diberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mendekati area yang menjadi lokasi genangan.
Sementara di wilayah hilir, seperti aliran sungai di sekitar Kecamatan Batang Toru, Muara Batang Toru dan Angkola Sangkunur, PT NSHE juga telah menyiapkan sistem peringatan dini sesuai ketentuan yang berlaku, terutama jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Dengan sistem peringatan dini tersebut, masyarakat yang berada di wilayah hulu maupun hilir lokasi penggenangan diharapkan dapat melakukan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Meski demikian, Bupati berharap hal-hal yang tak diinginkan tidak sampai terjadi karena seluruh risiko dalam proses penggenangan diyakini telah diperhitungkan secara matang oleh PT NSHE.
“Sekali lagi, kita berharap hal tersebut (kemungkinan risiko) jangan sampai terjadi karena semuanya pasti sudah diperhitungkan dengan matang oleh PT NSHE,” pungkasnya menutup.
Sebagai informasi, kegiatan diakhiri dengan penyaluran santunan dan tali asih ke sejumlah anak yatim di sekitar Desa Luat Lombang dan Aek Batang Paya.
Tampak hadir, Dandim 0212/TS Letkol Inf Dedi Harnoto, Kajari Tapsel M Emri Kurniawan, Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar, Kabag Ops AKP Jasama H Sidabutar, Camat Batang Toru Mara Tinggi, Kapolsek Batang Toru Iptu Dani M Sidauruk, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Reza FH)













