Example floating
Example floating
BeritaDaerahLifestylePadangsidimpuanSumut

Lewat Smartabe Connect #3, PTAR Kupas Strategi Menjaga Ekosistem Batang Toru

168
×

Lewat Smartabe Connect #3, PTAR Kupas Strategi Menjaga Ekosistem Batang Toru

Sebarkan artikel ini
Manager Public Relations PTAR, Reni Radhan, saat membuka Smartabe Connect #3 di Kota Padangsidimpuan
Manager Public Relations PTAR, Reni Radhan, saat membuka Smartabe Connect #3 di Kota Padangsidimpuan. (Foto: Ist)

PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Apa yang terjadi pada ekosistem ketika perubahan lingkungan berlangsung dari waktu ke waktu, menjadi pertanyaan mendalam dan merupakan salah satu isu yang dibahas PT Agincourt Resources (PTAR) bersama puluhan insan pers dalam Smartabe Connect #3 di Kota Padangsidimpuan.

Dalam forum yang berlangsung di salah satu Kafe di Kota Padangsidimpuan, pada Sabtu (08/08/2026) pagi itu, secara khusus PTAR mengajak jurnalis melihat lebih jauh bagaimana proses pemantauan lingkungan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi biodiversitas di kawasan Tambang Emas Martabe dan Ekosistem Batang Toru.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema, ‘Peran Monitoring Lingkungan dalam Menjaga dan Melestarikan Ekosistem Batangtoru’ itu, Smartabe Connect #3 menghadirkan sejumlah pihak yang terlibat langsung maupun memiliki kompetensi dalam bidang konservasi dan biodiversitas.

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, Syaiful Anwar, turut menjadi salah satu narasumber utama yang menjelaskan bagaimana monitoring lingkungan dilaksanakan di wilayah operasional perusahaan.

Sementara itu, Dr Suci Utami, ilmuwan biodiversitas dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta yang juga merupakan anggota Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR, turut menyampaikan materi dari sudut pandang akademis.

Pengalaman tim lapangan, juga menjadi bagian krusial dari diskusi. Parman Sitanggang dari Tim Patrol Area Preservasi dan Operasi, Yusuf dari Tim Stasiun Riset, serta Abdi Paruntungan dari Tim Patrol Area Preservasi memaparkan aktivitas yang dilakukan dalam pemantauan dan perlindungan kawasan.

Monitoring menjadi instrumen penting untuk memahami perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar area operasional. Pemantauan tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan secara umum, tetapi juga mencakup keberadaan flora dan fauna serta kondisi ekosistem yang menjadi bagian dari kawasan Batang Toru.

Data yang diperoleh dari kegiatan monitoring kemudian menjadi bahan untuk melihat kondisi biodiversitas dan mengevaluasi berbagai langkah konservasi yang telah dilakukan.

Pendekatan ilmiah juga dinilai penting agar upaya menjaga keanekaragaman hayati tidak hanya didasarkan pada pengamatan sesaat, tetapi memiliki basis data yang dapat digunakan untuk memahami perkembangan ekosistem secara berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, jurnalis diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sekaligus menggali informasi mengenai metode monitoring yang digunakan, aktivitas patroli di kawasan preservasi, fungsi stasiun riset, serta upaya perlindungan terhadap flora dan fauna.

Pembahasan juga diarahkan pada kondisi lingkungan dan biodiversitas setelah terjadinya bencana, sehingga media dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai langkah-langkah pemantauan dan konservasi yang dilakukan.

Sebelumnya, Manager Public Relations PTAR, Reni Radhan, mengatakan forum ini sengaja dibangun sebagai ruang komunikasi dua arah antara perusahaan dan insan pers. Baginya, media memiliki kesempatan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pihak-pihak yang memahami kegiatan monitoring dan konservasi PTAR.

“Manfaatkan diskusi ini karena kita menghadirkan narasumber yang akan menjelaskan monitoring konservasi PTAR di area tambang,” kata Reni.

Reni juga mengapresiasi insan pers yang selama ini memberi dukungan ke perusahaan, terutama ketika proses penanganan bencana berlangsung. Ia berharap Smartabe Connect selalu menjadi forum penyampaian informasi perusahaan dan bisa mengarah ke ruang dialog yang memungkinkan media memperoleh informasi secara lebih mendalam sebelum menyampaikannya kepada publik.

“Harapannya, informasi mengenai pengelolaan lingkungan serta konservasi ekosistem Batangtoru dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih komprehensif dan berimbang,” tegasnya. (Reza FH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *