PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Keindahan alam tersembunyi di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok (SD) Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.
Salah satunya adalah sampuran atau air terjun yang masih alami dan belum banyak tersentuh. Potensi ini diketahui setelah Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan sampuran yang berada tidak jauh dari jalan lintas.
Usai menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Sabtu (08/08/2026), Gus Irawan bersama sejumlah warga kemudian menyempatkan diri mendatangi langsung lokasi air terjun tersebut.
Lokasi sampuran itu sebenarnya tidak terlalu jauh dari jalan lintas, hanya sekitar 200 hingga 300 meter. Namun, karena belum tersentuh, perjalanan menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang cukup terjal, beralaskan tanah.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju air terjun harus membutuhkan stamina yang cukup. Meski demikian, rasa lelah selama perjalanan terbayar setelah pengunjung tiba di lokasi dan melihat langsung suasana alam yang masih asri.
Di sekitar sampuran, ada pepohonan hijau yang cukup lebat. Lokasinya juga berada tidak jauh dari kawasan hutan, perkebunan, dan hamparan sawah milik masyarakat. Kondisi alam ini menjadi daya tarik tersendiri yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga, Bupati serta warga akhirnya tiba di lokasi air terjun. Ia bahkan sempat berdiri di atas batu besar yang berada di aliran air untuk menikmati langsung jernih dan dinginnya air sampuran tersebut.
Gus Irawan menilai, keberadaan sampuran tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Tapsel.
Namun menurutnya, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah akses menuju lokasi. Pemkab Tapsel akan melihat peluang menghubungkan jalan usaha tani yang nantinya dibangun guna mendukung pengembangan pertanian dengan akses menuju sampuran.
“Sebetulnya kan kunjungan kita ini panen jagung dan memang masih akan ada perluasan yang ke depannya akan butuh jalan pertanian atau jalan usaha tani. Nah, nanti kita lihat peluangnya menyambungkan untuk sampai ke Sampuran Damparan Haunatas,” kata Gus Irawan.
Selain berpotensi sebagai lokasi wisata, Gus Irawan juga memastikan bahwa area itu bukan merupakan kawasan hutan. Hal itu dinilai penting karena kawasan ini masih mungkin dimanfaatkan dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.
Dengan kondisi alam yang masih alami, air yang jernih serta lingkungan yang dikelilingi pohon, kebun, dan sawah, Sampuran Damparan Haunatas dinilai memiliki modal awal untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata alam baru di Tapsel.
Pengembangan tersebut tentunya membutuhkan penataan dan peningkatan akses secara bertahap, sehingga keberadaan sampuran tidak hanya menjadi potensi tersembunyi yang diketahui masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat dari luar daerah. (Rel/Reza FH)













