PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Di balik uap tipis kopi hangat, berdiri seorang pria tinggi semampai, Syaiful Anwar, yang dengan tenang tapi bersemangat, menceritakan tentang berbagai upaya PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, dalam menjaga kelestarian hutan alam di Ekosistem Batang Toru.
Bagi Syaiful, yang kini menjabat sebagai Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, bersama timnya, menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati (Kehati) di areal konsesi Tambang Emas Martabe adalah suatu keharusan.
Semangat merestorasi bentang alam hutan Batang Toru terus dipaparkannya ke puluhan jurnalis dalam diskusi Smartabe Connect #3 yang membahas peran monitoring lingkungan untuk melestarikan Ekosistem Batang Toru, pada Sabtu (08/08/2026) di Kota Padangsidimpuan.
Mengawali pemaparannya, Syaiful menjelaskan bahwa, pasca bencana, produksi perusahaan tempatnya kini bekerja, hanya bisa memproduksi emas sekitar 30 persen. Padahal, dalam keadaan normal, PTAR bisa menambang emas sekitar 200 ribu ons per tahun.
“Kini, PTAR hanya bisa memproduksi emas lebih kurang 60 ribu ons per tahun,” kata Syaiful.
Kondisi ini, merupakan dampak akibat penghentian sementara operasional PTAR yang sempat diberlakukan oleh pemerintah saat kawasan Batang Toru dan sekitarnya, diterjang bencana banjir bandang disertai tanah longsor pada November 2025 silam.
Kendati berhenti beroperasi, menurut Syaiful, perusahaan tetap memberikan kontribusinya bagi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak dengan fokus pada pemulihan psikis maupun kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, perusahaan saat ini juga sedang fokus memperbaiki berbagai fasilitas pengelolaan limbah, yang sempat terdampak akibat bencana dahsyat tersebut. Di balik musibah yang menerpa, Syaiful mewakili perusahaan menaruh optimisme akan produksi yang lebih massif di tahun-tahun mendatang.
Tak hanya fokus pada pengembalian operasional, penataan lingkungan maupun analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), juga masih diberlakukan perusahaan. Untuk pengelolaan lingkungan, PTAR masih setia mematuhi seluruh regulasi yang ada.
“Dan belum lama ini, tim auditor kita datang ke Site Tambang untuk melakukan evaluasi pengelolaan lingkungan,” tegasnya.
Dan menurut Syaiful, sampai saat ini, regulasi yang ditetapkan berdasarkan Amdal perusahaan, sudah dijalankan dengan baik. Buktinya, PTAR saat ini masih dipilih menjadi peserta untuk penilaian kinerja lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Dan kami, masih terus berupaya mendapatkan penilaian kinerja yang lebih baik di tahun depan,” ungkapnya.













