PIONERNEWS.COM, PADANGSIDIMPUAN – Dengan modus pura-pura mau menjualkan, seorang pria berinisial, AFS (22), warga Kota Padangsidimpuan, bersama rekannya, diduga ‘gilakkan’ satu unit air conditioner (AC) milik, Guslan Deddy Harianto.
Selain AC, Guslan juga mengaku kehilangan satu unit mesin genset di belakang rumahnya di Jalan MGR Maradat, Kota Padangsidimpuan telah hilang. Atas kejadian itu, Guslan mengaku mengalami kerugian materil sebesar Rp2,5 juta.
“Sebelumnya, pada Sabtu (08/08/2026), korban teringat sempat bertemu seorang pria yang menawarkan menjualkan AC miliknya,” ujar Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Noval NG Desky, melalui Kasat Reskrim, AKP H Naibaho, pada Jumat (21/08/2026).
Usai pertemuan itu, lanjut Kasat, tidak terjadi kesepakatan antara Guslan dengan pria yang tak lain adalah, AFS itu. Guslan bahkan mengaku sempat menemui AFS dan menanyakan apa ia tahu keberadaan barang-barang yang hilang tersebut.
Setelah bertemu, AFS mengaku bahwa, ia bersama seorang rekannya telah mengambil satu unit AC dan mesin genset milik Guslan tanpa seizin dan sepengetahuannya. Tak terima, Guslan langsung melapor ke Polres Padangsidimpuan, pada Rabu (19/08/2026).
“Berdasarkan laporan itu, kami langsung melakukan tindakan kepolisian dengan mengamankan tersangka (AFS),” sebut Kasat.
Saat ini, polisi tengah menyelidiki keberadaan rekan AFS guna dimintai keterangannya atas peristiwa itu. Selain AFS, polisi turut menahan barang bukti berupa, sebuah tutup AC dan sebatang kayu.
Kasat menegaskan, proses hukum terhadap perkara tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pihaknya turut mengimbau kepada segenap masyarakat agar segera melapor ke polisi, jika mengetahui aktivitas yang mencurigakan atau menjadi korban tindak pidana.
“Jangan ragu untuk melapor ke Polres Padangsidimpuan atau hubungi call center 110 agar pengaduan dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Kasat menutup. (Reza FH)














I liked the way the topic was connected to actual trading decisions.
value investing