PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, terus menyiapkan pemulihan lahan bekas tambang melalui pengembangan mikoriza. Pengembangan mikoriza ini digunakan sebagai bagian dari upaya membantu tanaman tumbuh lebih optimal sebelum ditanam di area reklamasi.
Mikoriza merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur (cendawan) dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Dalam penerapannya, mikoriza berperan seperti, suplemen (booster) yang membantu tanaman memperoleh dukungan untuk tumbuh lebih baik.
Selain membantu pertumbuhan tanaman, mikoriza secara teoritis juga memiliki kemampuan dalam membantu proses remediasi terhadap logam berat maupun senyawa organik dan anorganik yang berpotensi muncul dari aktivitas pertambangan dan memengaruhi kualitas tanah maupun air.
Di Tambang Emas Martabe, penerapan mikoriza menjadi bagian dari persiapan reklamasi yang dilakukan secara bertahap. PTAR bahkan telah menyiapkan fasilitas khusus berupa nursery atau pembibitan tanaman untuk mengembangkan dan menguji berbagai jenis tanaman sebelum ditanam di lahan reklamasi.
Di nursery tersebut, bibit tanaman dirawat sekaligus menjalani penelitian lebih lanjut. PTAR secara selektif memilih tanaman yang akan digunakan untuk reklamasi, termasuk menghindari jenis tanaman invasif.
Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, Syaiful Anwar, mengatakan nursery milik perusahaan saat ini mampu melakukan pembibitan hingga 76 jenis tanaman.
“Manajemen reklamasi kami menghindari tanaman yang demikian. Jadi nursery kami ini bisa melakukan pembibitan sampai 76 jenis tanaman,” ujar Syaiful kepada awak media, Jumat (21/08/2026).
Menurutnya, jenis tanaman yang dipilih diupayakan berasal dari vegetasi yang tumbuh di sekitar kawasan hutan alam Batang Toru. Namun, tidak semua tanaman lokal dapat langsung tumbuh dengan baik setelah bibitnya dipindahkan.
Karena itu, PTAR melakukan pengujian dengan memberikan mikoriza sebagai suplemen untuk membantu tanaman beradaptasi dan tumbuh lebih baik sebelum di tempatkan di area reklamasi.
“Makanya, supaya bisa tumbuh lebih baik, tanaman untuk reklamasi kami uji dengan memberi suplemen mikoriza,” katanya.
Sebelum tanaman lokal ditanam, PTAR terlebih dahulu menggunakan tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat selama sekitar satu hingga dua tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk membentuk tutupan vegetasi pada lahan yang masih terbuka.
Setelah tutupan mulai terbentuk, tanaman lokal kemudian ditanam sebagai bagian dari proses suksesi vegetasi di kawasan reklamasi.
Pasca bencana longsor pada 25 November 2025, PTAR juga memprioritaskan reklamasi di sejumlah area terdampak. Bibit tanaman cepat tumbuh (fast growing) ditanam terlebih dahulu untuk membantu memulihkan tutupan lahan.
“Agar tercipta setidaknya suksesi dari tanaman cepat tumbuh setelah itu ditanam buah-buahan, khususnya pakan primata seperti, Orangutan Tapanuli. Makanya persiapan reklamasi kami lakukan mulai dari sekarang,” tambah Syaiful.
Bibit yang dikembangkan di nursery rata-rata harus mencapai usia sekitar enam bulan sebelum dipindahkan ke area reklamasi. Beberapa jenis tanaman yang dominan dikembangkan antara lain, beringin, laban, dan lamtoro.
Tanaman beringin juga dipilih karena memiliki manfaat ekologis, termasuk sebagai sumber pakan bagi primata yang nantinya hidup atau melintas di kawasan reklamasi.
Syaiful menjelaskan, dari total lahan sekitar 1.985 hektare, PTAR merencanakan kegiatan reklamasi lebih dari 500 hektare hingga 2030.
“Target restorasi penanaman di area preservasi dimulai dari 2025 hingga 2030, namun 500 hektare di luar dari area longsor. Memang ada penambahan pasca bencana, karena area longsor menambah titik yang harus kami lakukan restorasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data 2025, PTAR telah melakukan reklamasi pada lahan seluas lebih dari 53,92 hektare. Upaya itu terus dilanjutkan dengan menggabungkan pemilihan tanaman lokal, penggunaan tanaman cepat tumbuh, serta pengembangan mikoriza untuk mendukung keberhasilan pertumbuhan vegetasi di area reklamasi. (Reza FH)













