Example floating
Example floating
BeritaDaerahSumutTapanuli Selatan

Tak Berhenti di Hutan, Konservasi PTAR Berlanjut hingga ke Pesisir Muara Upu

237
×

Tak Berhenti di Hutan, Konservasi PTAR Berlanjut hingga ke Pesisir Muara Upu

Sebarkan artikel ini
Manager Community Relations PTAR Masdar Muda, Ketua Lembaga Ovata Indonesia Erwinsyah Siregar, Camat Muara Batang Toru Sonita Wardah Nasution, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR Syaiful Anwar, dan lainnya saat melepasliarkan anak penyu atau tukik di Pantai Desa Muara Upu
Manager Community Relations PTAR Masdar Muda, Ketua Lembaga Ovata Indonesia Erwinsyah Siregar, Camat Muara Batang Toru Sonita Wardah Nasution, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR Syaiful Anwar, dan lainnya saat melepasliarkan anak penyu atau tukik di Pantai Desa Muara Upu. (Foto: M Reza Fahlefi)

PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Hutan memang menjadi salah satu benteng penting bagi keanekaragaman hayati di Tapanuli Selatan. Di kawasan Ekosistem Batang Toru, berbagai jenis satwa dan tumbuhan hidup dalam satu bentang alam yang saling berkaitan.

Di wilayah yang berbeda, persisnya di pesisir dan garis pantai, kehidupan liar juga memiliki ruangnya sendiri untuk bertahan. Salah satunya adalah penyu yang datang ke pantai untuk bertelur, kemudian kembali ke laut setelah menuntaskan siklus hidupnya.

Bagi upaya konservasi, setiap habitat memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, perlindungan keanekaragaman hayati tidak cukup dilakukan hanya dengan menjaga kawasan hutan. Pendekatan itu kini dikembangkan PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe.

Selain menjalankan berbagai program perlindungan biodiversitas di Ekosistem Batang Toru, perusahaan juga memperluas perhatian konservasinya ke wilayah pesisir Tapanuli Selatan.

Salah satu lokasinya berada di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di kawasan pesisir ini, PTAR memiliki Stasiun Penelitian sekaligus Pusat Konservasi Penyu, bekerja sama dengan Lembaga Ovata Indonesia yang berbasis di Sipirok.

Dari tempat inilah upaya menjaga penyu dilakukan. Penelitian dilakukan bukan saat satwa tersebut hendak dilepasliarkan saja. Tetapi sejak proses penetasan hingga tukik (nama lain anakan penyu) dinilai cukup siap untuk kembali ke habitat alaminya.

Setidaknya seorang koordinator peneliti dan dua orang asisten melakukan pemantauan di kawasan pesisir Muara Upu tersebut. Mereka berpatroli untuk memastikan keberadaan penyu tetap aman sekaligus mengawasi kondisi habitat tempat satwa tersebut bertelur. Di Stasiun Penelitian itu juga tersedia tempat pembesaran penyu.

“Tim di Stasiun Penelitian ini, penyu dirawat sejak dari telur dan dibesarkan setelah menetas selama 30 hari sampai benar-benar siap dilepas ke pantai,” ungkap Syaiful Anwar, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, dalam diskusi Smartabe Connect #3 yang membahas peran monitoring lingkungan untuk melestarikan Ekosistem Batang Toru, pada Sabtu (08/08/2026) di Padangsidimpuan.

Apa yang dilakukan di Muara Upu memperlihatkan bahwa, ekosistem di pesisir dan laut, masing-masing membutuhkan pendekatannya sendiri, sesuai dengan karakter habitatnya. Namun begitu, PTAR tetap menerapkan hal yang sama, yaitu konsistensi konservasi.

Syaiful menjelaskan, PTAR memiliki Biodiversity Action Plan (BAP) sebagai dasar dalam menjalankan berbagai aksi pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati. Rencana tersebut menjadi landasan dalam pelaksanaan program konservasi, baik yang berkaitan dengan ekosistem darat maupun perairan.

“Untuk keanekaragaman hayati di darat, kita sudah lakukan. Namun, untuk ekosistem air tawar dan laut, ini juga menjadi concern kita,” imbuh Syaiful.

Perhatian terhadap biodiversitas tidak melulu diarahkan pada kawasan yang selama ini lebih sering menjadi perhatian dalam isu konservasi, seperti hutan. Ekosistem perairan tawar dan laut juga mulai ditempatkan sebagai bagian dari pekerjaan konservasi yang perlu diperhatikan lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *