PIONERNEWS.COM, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus memperkuat langkah strategis dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan daerah melalui penguatan literasi serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Langkah ini diwujudkan melalui silaturahim dan sosialisasi kepada para calon muzakki, munfiq, dan mushoddiq yang bertempat di Aula Kantor Camat Sayur Matinggi, pada Senin (28/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program terpadu roadshow ZIS di 15 Kecamatan se-Kabupaten Tapsel dalam rangka mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
Camat Sayur Matinggi, Enrico Fermi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pengelola zakat resmi.
Pihaknya mengimbau para muzakki di Kecamatan Sayur Matinggi untuk berpartisipasi aktif dan bergandengan tangan dengan Baznas Tapsel dalam pengelolaan zakat untuk memberantas kemiskinan.
“Khususnya memberantas kemiskinan di Kecamatan Sayur Matinggi dan umumnya di Kabupaten Tapsel,” kata Camat.
Ketua Baznas Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, memaparkan berbagai program unggulan prioritas lembaga dalam menyejahterakan umat. Ia juga berharap para muzakki dapat menyerahkan zakatnya ke Baznas agar pemberantasan kemiskinan dapat dituntaskan lebih cepat.
“Mengingat, kemampuan Baznas Tapsel saat ini masih terbatas jika tidak ditopang oleh partisipasi aktif para muzakki,” terang Jon Sujani.
Jon Sujani menyampaikan bahwa, di beberapa kecamatan, program Baznas Tapsel seperti, zakat produktif bergulir telah berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap keberhasilan ini dapat meluas secara menyeluruh di semua kecamatan se-Tapsel.
Dalam kesempatan itu, Jon Sujani yang didampingi Wakil Ketua II Baznas Tapsel, Asep Safaat Siregar, turut menyampaikan materi edukasi terkait hukum zakat bagi seorang muslim yang telah mampu, cukup nisab, dan haulnya.
“Penekanan aspek syariat ini sangat penting. Sebab, zakat merupakan rukun Islam ketiga yang kerap kali terlupakan oleh sebagian besar kaum muslimin saat ini,” imbuhnya yang juga didampingi Kepala Bagian Pelaksana Baznas Tapsel Wahyu Parondingan Siregar dan Staf Dimas Prayuga.
Ia menegaskan, melalui gerakan sosialisasi yang konsisten di 15 kecamatan ini, Baznas Tapsel optimistis dapat membangun ekosistem pengumpulan dan penyaluran zakat yang transparan, akuntabel, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Forum strategis ini dihadiri jajaran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Sayur Matinggi, pimpinan Baznas Tapsel, serta para tokoh masyarakat setempat. (Rel/Reza FH)














Respon (2)